JAKARTA - Putri Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menilai fenomena Kerajaan Keraton Agung Sejagat muncul karena banyaknya orang-orang yang berhalusinasi alias halu.
"Sekarang kan banyak orang yang halu," ucap Yenny di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).
Menurut dia, perlu ada pembinaan bagi orang-orang yang terjebak pada halusinasi. "Ditanya baik-baik, disentuh emosinya, ngapain kok ikut-ikutan begitu. ‘Loh saya kalau pakai baju punggawa begini, saya kan gagah’ dia bilang begitu,” kata Yenny.

Meskipun, bagi oknum seperti Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) yang mengaku sebagai Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, hukum pidana tetap harus dijalankan karena diduga kuat melakukan penipuan.
Baca juga: Usai Keraton Agung Sejagat, Kini Ada Kerajaan Lagi di Blora
Toto dan Fanni kini telah ditetapkan sebagai tersangka, dan dikenakan Pasal 14 UU nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong, serta 378 KUHP tentang penipuan.
"Itu pelanggaran hukum. Itu boleh ditangkap. Tapi kalau dakwaannya adalah karena dia pura-pura menjadi raja itu tidak bisa jadi landasan untuk menangkap. Tapi kalau didakwa melakukan penipuan boleh," kata Yenny.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.