nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Strategi Pemkot Surabaya Atasi Banjir dalam 2 Jam

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 09:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 519 2154094 ini-strategi-pemkot-surabaya-atasi-banjir-dalam-2-jam-khrKd9Wd3N.JPG Kadis PU Bina Marga Kota Surabaya, Erna Purnawati (Foto: Ist)

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur memiliki strategi jitu agar genangan air cepat surut pascadiguyur hujan deras kemarin. Strategi tersebut terbilang cukup ampuh.

Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya kemarin, mengakibatkan sejumlah titik banjir. Seperti yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk, Ciliwung, Adityawarman dan Jalan Mayjend Sungkono tepatnya di Darmo Park 2.

Ketinggian air di Darmo Park 2 mencapai hampir satu meter. Namun banjir tidak berlangsung lama hanya sekitar dua jam langsung surut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, ada berbagai upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir. Salah satunya yakni, memastikan 204 pompa yang berada di 59 titik rumah pompa, kondisinya baik.

“Kalau terkait sarana prasarana di Surabaya, Insya Allah semua kondisinya siap. Apalagi sama Ibu wali kota pompanya juga sudah diganti yang besar-besar (kapasitas), sehingga air surutnya cepat,” kata Erna, Kamis 16 Januari 2020 kemarin.

Di samping itu, sambung Erna, rumah pompa tersebut juga di-backup dengan genset. Hal ini untuk mengantisipasi ketika terjadi listrik padam, rumah pompa itu masih dapat bekerja. Setidaknya, ada 111 genset yang telah disiapkan pemkot untuk mendukung kinerja di rumah-rumah pompa tersebut.

“Sebagus apapun pompa kita, kalau listriknya mati misal dalam 10 menit saja, maka air pasti sudah langsung naik (meluap). Nah, itu sudah diantisipasi juga oleh ibu wali kota dengan pengadaan genset,” ujarnya.

Namun begitu, Erna menyebut walaupun kondisi rumah pompa sudah maksimal, terkadang ada beberapa penyebab, seperti dedaunan yang membuat saluran tersumbat. Sehingga air tidak bisa masuk ke dalam saluran kemudian meluap ke jalan.

"Kadang ketika hujan disertai angin, ada dedaunan atau apa-apa itu menutup saluran. Sehingga air tidak bisa masuk ke box culvert,” ungkapnya.

Salah satunya terjadi di kawasan Ruko Darmo Park II Mayjend Sungkono Surabaya. Selain saluran yang kondisinya kecil, beberapa dedaunan juga terlihat menyumbat, sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan.

Namun, karena sigapnya jajaran di Pemkot Surabaya, genangan air dalam waktu sekitar dua jam langsung surut. Saluran di kawasan Ruko Darmo Park II, Mayjend Sungkono Surabaya tidak mampu menampung derasnya air hujan, karena salurannya terbilang kecil.

Sebenarnya sejak tahun 2017, pihaknya sudah berencana untuk memasang box culvert di kawasan itu, namun terkendala dengan perizinan dari pihak pengembang.

“Mulai tahun 2017 itu waktu aku bangun pedestrian, aku minta izin ke pihak pengembang untuk bongkar pagarnya agar box culvert besar bisa masuk, supaya dia tidak tergenang. Tapi mereka tidak mau. Padahal nanti kalau pekerjaan selesai, tak rekondisi (perbaiki pagarnya),” kata Erna.

Apalagi, di kawasan tersebut kondisi tanahnya juga lebih rendah. Karena itu dibutuhkan box culvert di kedua sisi jalan dengan ukuran besar agar mampu menampung debit air ketika hujan deras turun.

Pihaknya memastikan akan berkomunikasi kembali dengan pihak pengembang, supaya kawasan Ruko Darmo Park II Mayjend Sungkono bisa dipasang box culvert.

“Tempatnya dia (ruko) memang lebih rendah, dia di bawahnya jalan. Tapi kalau dibangun saluran (box culvert) yang besar, Insya Allah tidak lagi banjir,” tandas Erna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini