Cetak KTP Elektronik Diprioritaskan bagi Korban Bencana Alam

Senin 20 Januari 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 20 512 2155323 cetak-ktp-elektronik-diprioritaskan-bagi-korban-bencana-alam-9hKRHPzSl3.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KARANGANYAR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar, Jawa Tengah memasang prioritas pencetakan KTP elektronik pada penggantian kartu yang hilang atau rusak akibat bencana alam.

Selain itu, layanan prioritas berlaku bagi penduduk wajib KTP yang telah merekam data secara elektronik dan perubahan data kependudukan.

Kepala Disdukcapil Karanganyar, Ani Indriastuti mengungkapkan, prioritas cetak KTP elektronik bagi tiga kategori itu diamanatkan Kemendagri. Hal itu untuk menyikapi minimnya stok keping KTP.

“Kebutuhan di Karanganyar mencapai 60 ribu keping. Stok habis per November 2019. Baru kemarin dapat jatah lagi. Itu pun harus diambil di Jakarta dan mendapat tidak sesuai permohonan. Hanya 6 ribu keping,” katanya, melansir laman KRjogja, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, kehilangan atau kerusakan dokumen penting sangat mungkin terjadi saat terjadi bencana alam. Dalam hal ini, pemerintah membantu pemulihan di sektor urgen seperti administrasi kependudukan.

Pemohon kata dia, hanya tinggal meminta bantuan perangkat pemerintah kelurahan/desa untuk memproses pembuatan e-KTP. Jika stok tersedia, permohonan tersebut akan didahulukan.

Sementara itu pantauan di kantor Disdukcapil Karanganyar, antrean permohonan adminduk cukup panjang. Di kantor ini tercatat 250 permohonan tiap hari sedangkan di kantor kecamatan sekitar 50 pemohon.

Dengan melihat banyaknya pemohon di kantor dinas maupun di 17 kantor kecamatan, Ani memprediksi 6 ribu blangko itu bakal cepat habis. Bagi pemohon yang telah dilayani namun tidak memperoleh keping e-KTP, maka diberi surat keterangan (suket).

“PRR (print ready record) atau siap cetak itu 17.774. Mereka sekarang memegang suket. Silakan ditukarkan ke kantor kecamatan maupun kantor dinas. Sedangkan jumlah pemegang suket dari pemohon karena pindah domisili atau hilang sebanyak 9.870,” tuturnya.

Dengan hanya memiliki stok 6 ribu keping saja, Ani memastikannya tidak cukup untuk melayani cetak KTP elektronik dari pemohon PRR maupun kategori lain. “Kasus ini dialami di semua daerah,” ujar Ani.

Kendati demikian, dirinya menjamin penggunaan suket seperti halnya KTP pada umumnya. Pemegang disarankan menyimpan suket secara lebih berhati-hati karena rawan sobek dan rusak akibat berbagai kondisi.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan bahwa Pemda tidak berwenang memproduksi keping KTP. Ia meminta masyarakat bersabar menanti dropping dan aktif menanyakan ketersediaan stok. Mengenai prioritas cetak KTP elektronik bagi korban bencana alam, ia sependapat.

“Korban bencana alam yang ingin meminta KTP karena rusak, silakan saja. Kami membantu menyeluruh. Baik pemulihan fisik dan sebagainya,” ujar Juliyatmono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini