Sementara Ketua Departemen Epidemiologi di Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan alat pemindai suhu tubuh efektif hanya sebatas mendeteksi orang-orang yang telah mengalami gejala-gejala terkait penyakit itu.
Baca juga: Cegah Virus Korona, Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan di Pintu Masuk Negara
Sedangkan orang-orang yang kemungkinan telah terjangkiti, namun belum menunjukkan gejala, tidak akan terdeteksi.
Tetapi, tambah Miko, karena penularannya belum diketahui secara pasti, sehingga memang pemantauan menggunakan alat itu memang menjadi salah satu cara andalan dalam langkah pencegahan penyebaran.
"Paling tidak yang masuk sakit bisa terdeteksi dan kemudian dapat diisolasi," jelasnya.
Baca juga: Kemenkes: Ke China Boleh, Tapi Harus Lakukan Persiapan
(Hantoro)