nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mohammed bin Salman Retas Ponsel Orang Terkaya di Dunia, Arab Saudi: Tidak Masuk Akal

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 17:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 18 2156741 mohammed-bin-salman-retas-ponsel-orang-terkaya-di-dunia-arab-saudi-tidak-masuk-akal-LkQarcXA9Y.jpg Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. )Foto/Reuters)

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi membantah bahwa laporan yang menyebutkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah meretas Jeff Bezos, orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes.

Kedutaan besar Arab Saudi di Amerika Serikat mengatakan laporan yang diterbitkan oleh The Guardian tersebut "tidak masuk akal".

“Laporan media baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Kerajaan [Arab Saudi] berada di balik peretasan telepon Tuan Jeff Bezos, tidak masuk akal. Kami menyerukan penyelidikan atas klaim ini sehingga kami dapat mengeluarkan semua fakta,” tulis akun Twitter Kedubes Arab Saudi untuk Amerika Serikat.

Media asal Inggris, The Guardian melaporkan ponsel Jeff Bezos telah diretas setelah menerima pesan dari putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Foto/Reuters

Peretasan ponsel pendiri Amazon.com Inc itu terjadi pada 2018, lapor Guardian. Peretasan terjadi melalui file video yang dikirim melalui WhatsApp dari nomor pribadi Mohammed bin Salman.

“Sejumlah data besar diekstraksi dari telepon Bezos dalam hitungan jam,” menurut laporan The Guardian, tetapi tidak merinci informasi data apa yang diretas.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa para pejabat Saudi telah memperoleh informasi pribadi Bezos sebelum The National Enquirer menerbitkan perselingkuhan Bezos.

Setelah cerita perselingkuhannya beredar, Bezos menulis di blog menuduh perusahaan induk The National Enquirer, American Media Inc (AMI), memerasnya dengan mengancam akan mempublikasikan gambar-gambar telanjang Bezos.

"Tentu saja saya tidak ingin foto-foto pribadi dipublikasikan, tetapi saya juga tidak akan berpartisipasi dalam praktik pemerasan mereka," tulis Bezos saat itu.

Kepala keamanan Bezos, Gavin de Becker, mengatakan bahwa penyelidikan internal mengungkapkan bahwa Saudi "memiliki akses ke telepon Bezos dan mendapatkan informasi pribadi."

David Pecker, CEO AMI, dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan Mohammed bin Salman sebelum cerita perselingkuhan Bezos dipublikasikan The National Enquirer.

Arab Saudi dan AMI sebelumnya membantah bahwa pejabat Saudi terlibat dalam publikasi The Enquirer tentang perselingkuhan Bezos.

Menurut Guardian, Bezos bisa menjadi target peretasan Saudi karena ia memiliki The Washington Post.

Media asal Amerika serikat itu sering menampung tulisan Jamal Khashoggi, jurnalis dan kolomnis asal Saudi yang sering mengkritik Mohamed bin Salman. Ia dibunuh pada Oktober 2018 di Konsulat Arab Saudi di Turki.

Badan Intelijen Amerika (CIA) menuding Mohamed bin Salman berada di belakang pembunuhan pembunuhan Khashoggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini