Polisi Belum Tentu Kabulkan Penangguhan Penahanan "Ratu" Keraton Agung Sejagat

Taufik Budi, iNews.id · Rabu 22 Januari 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 512 2156635 polisi-belum-tentu-kabulkan-penangguhan-penahanan-ratu-keraton-agung-sejagat-TEAEvOiA1c.JPG Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia. (Foto : Instagram/fanniadia_tbtd)

SEMARANG – “Ratu” Keraton Agung Sejagat Fanni Aminadia (41) mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik Polda Jawa Tengah. Ia mengajukan penangguhan itu karena kondisinya masih lemah pasca-keguguran pada 26 Desember 2019.

"Karena itu kami selaku kuasa hukum kemarin (Senin 20 Januari) sudah mengajukan penangguhan penahanan atau perubahan status penahanan terhadap Bu Fanni dengan mempertimbangkan aspek kesehatan," kata kuasa hukum Fanni, Muhammad Sofyan, Rabu (22/1/2020).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, mempersilakan tim kuasa hukum mengajukan penangguhan penahanan. Namun, penyidik memiliki kewenangan untuk mengabulkan atau menolak pengajuan itu.

"Silakan saja mengajukan penangguhan itu. Prosesnya belum tentu disetujui oleh penyidik. Silakan aja," tuturnya.

Fanni Aminadia menjadi tersangka setelah ditangkap polisi pada 14 Januari di Wates, Yogyakarta. Dia digelandang polisi bersama Raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso (42), yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Penyebaran Berita Bohong. Toto ditahan di Mapolda Jateng, sementara Fanni dititipkan ke Lapas Wanita Bulu Semarang.


Baca Juga : Ribuan Orang Kunjungi Keraton Agung Sejagat, Pedagang Kantongi Rp1 Juta

"Sampai saat ini masih ditahan di Lapas Wanita (Semarang)," tuturnya.


Baca Juga : Pasca-Keguguran, Fanni "Ratu" Agung Sejagat Minta Penangguhan Penahanan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini