nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuasa Hukum Pelajar Pembunuh Begal Sampaikan Nota Keberatan

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 12:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 519 2156520 kuasa-hukum-pelajar-pembunuh-begal-sampaikan-nota-keberatan-Ns8YqFhKRA.JPG ZA, pelajar pembunuh begal bersiap menjalani sidang ke-6 di PN Kepanjen, Malang, Jatim (Foto: Okezone.com/Avirista Midaada)

MALANG - ZA, pelajar pelaku penusukan terhadap begal menjalani sidang keenam di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Rabu (22/1/2020). Sidang kali ini mengagendakan mendengar nota keberatan (pledoi) yang disampaikan oleh tim kuasa hukum ZA. Terdakwa yang mengenakan pakaian sekolah kembali ditemani oleh sejumlah anggota keluarga dan tim kuasa hukumnya.

Sidang yang berlangsung di ruang sidang Tirta/Anak berlangsung tertutup lantaran ZA masih berstatus anak di bawah umur. ZA tampak tenang saat memasuki ruangan, ia digandeng oleh ayah tirinya. Sementara itu, dari ruang sidang sejumlah awak media diberikan kesempatan mengambil gambar terlebih dahulu. Tampak ZA duduk di kursi terdakwa yang berhadapan langsung dengan hakim yang diketuai oleh seorang perempuan.

Koordinator Kuasa Hukum ZA, Bhakti Riza Hidayat membenarkan bahwa agenda sidang kali ini penyampaian keberatan atas tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kami tetap keukueh bahwa ZA harus lepas dari segala tuntutan hukum, yang menyebutkan dia telah melakukan perbuatan yang menghilangkan. Ada unsur pembenar dan pemaaf yang membuat bisa lepas dari hukum," ungkap Bhakti Riza Hidayat.

Sebagai informasi pelajar ZA, pada Minggu 9 September 2019 malam keluar bersama pacarnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadang oleh sekelompok kawanan pembegal. Dua orang mencoba merampas sepeda motornya dan handphone ZA. Tak cukup disana saja, pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA yang berinisial V.

ZA di Ruang Sidang

Namun korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari dalam jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Alhasil dua pelaku begal lainnya pun melarikan diri melihat rekannya.

Sehari setelahnya, polisi mengamankan ZA dan menetapkan tersangka atas dugaan penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun lantaran masih berstatus pelajar ZA tak di penjara. ZA sendiri telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kelima yang berlangsung pada Selasa sore 21 Januari 2020, dengan hukuman pembinaan selama satu tahun di LKSA Darul Aitam, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini