nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Pencabulan Guru Ngaji di Bondowoso Jalani Terapi

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 15:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 519 2156689 korban-pencabulan-guru-ngaji-di-bondowoso-jalani-terapi-kpkC0s3npm.jpg Kasat Reskrim Polres Bondowoso (Foto: iNews)

BONDOWOSO - Tiga murid yang menjadi korban tindakan asusila oleh guru ngajinya berinisial AQ (33) menjalani terapi pemulihan di psikiater guna mengembalikan kondisi kejiwaannya. 

Ketiganya dibawa ke Poli Jiwa RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dengan didampingi petugas dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso.

"Para korban kami bawa ke poli untuk mendapatkan visum et repertum psikiatri," kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Jamal saat dikonfirmasi Okezone, pada Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: Lecehkan 3 Santriwati, Guru Ngaji di Bondowoso Dipolisikan

Jamal menambahkan, pihaknya masih membutuhkan keterangan lebih lanjut mengenai dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh AQ. Hal ini tentu membuat para korban perlu pendampingan secara psikologis supaya lebih berani dan terbuka dalam memberikan keterangan, demi kelancaran proses penyidikan.

"Para korban itu memang sangat perlu diangkat moralnya agar tidak trauma dan berani memberikan kesaksian tentang apa yang dialaminya," katanya.

Ilustrasi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AQ (33) ustadz asal Desa Lombok Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso ditetapkan menjadi tersangka oleh Satreskrim Polres Bondowoso. Ia diduga mencabuli tiga orang santriwati muridnya yang masih di bawah umur.

Kepolisian sendiri tengah memeriksa sejumlah saksi - saksi dan mengumpulkan barang bukti lainnya guna mengembangkan dugaan kasus pencabulan yang menyeret ustadz ini.

Baca Juga: Aksinya Viral, Pelaku Begal Bokong Mahasiswi di Jatinegara Ditangkap

Sebelumnya, ustadz berinisial AQ (33) asal Desa Lombok Wetan, Wonosari, Bondowoso, jadi tersangka pencabulan anak di bawah umur. Ustadz yang mengajar di madrasah tersebut diduga mencabuli santrinya.

Berdasarkan bukti laporan bernomor LP/258/XII/2019/JATIM/RES.BWO, sang ustadz yang juga sebagai modin desa setempat itu diduga telah melakukan pencabulan terhadap tiga orang santriwatinya yang masih di bawah umur.

Ketiga anak tersebut mengadu kepada orangtuanya masing-masing bahwa mereka telah dicabuli. Para orangtua santriwati lantas melapor ke polisi. Dari hasil visum dokter disebutkan memang terjadi kerusakan pada bagian vital korban. Polisi terus mengembangkan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti penunjang lainnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini