nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keraton Kanoman Cirebon Luruskan Klaim Sunda Empire dan Kesultanan Selacau

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 16:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 525 2156695 keraton-kanoman-cirebon-luruskan-klaim-sunda-empire-dan-kesultanan-selacau-cQvM1nKFEN.jpg Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran dari Keraton Kanoman (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Setelah munculnya Keraton Agung Sejagat, publik kini dihebohkan dengan adanya dua kerajaan baru di Jawa Barat, yakni Sunda Empire dan Kesultanan Selacau. Bahkan, kedua kerajaan ini mengklaim sebagai penurus dan keturunan dari Kerajaan Pajajaran.

Dari informasi yang dihimpun, Sunda Empire mengaku memiliki sertifikat yang diturunkan melalui Kerajaan Tarumanegara hingga Kerajaan Pajajaran.

Sedangkan, pendiri Kesultanan Selacau yakni Rohidin (40), mengaku sebagai keturunan kesembilan dari Raja Pajajaran Surawisesa dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII.

Klaim sepihak yang dilakukan oleh dua kerajaan tersebut membuat publik bertanya-tanya. Bahkan, salah satu Keraton di Cirebon yaitu Keraton Kanoman, meragukan kebenaran dari pengakuan kedua kerajaan baru itu.

Baca Juga: Muncul Kesultanan Selacau di Tasikmalaya, Ternyata Sudah Berdiri Lebih Satu Dekade

Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran dari Keraton Kanoman menyebut, harus ada kajian lebih mendalam terkait kemunculan kerajaan-kerajaan baru itu. Terutama untuk Sunda Empire dan Kesultanan Selacau.

Menurut Qodiran, apabila muncul kerajaan baru, maka perlu ditelusuri apakah orang yang mengaku sebagai raja itu memiliki garis keturunan yang jelas atau tidak.

"Menyikapi kemunculan kerajaan-kerajaan baru yang ada, kita haru mengkaji lebih dalam lagi ini seperti apa. Karena untuk permasalahan ini, Kerajaan atau Keraton ini harus memiliki keturunan atau nasab yang jelas," kata Qodiran kepada Okezone, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: Wagub Jabar Minta Warga Tidak Resah dengan Sunda Empire

Qodiran menjelaskan, sebuah Kerajaan atau Keraton itu harus memiliki beberapa kriteria utama. Seperti adanya kepemimpinan, masyarakat adat, peninggalan benda-benda pusaka, dan nasab yang jelas.

Dikatakan Qodiran, sah-sah saja kalau ada orang yang mengaku sebagai keturunan raja. Namun meski begitu, apakah pengakuan tersebut sudah melalui pembuktian atau belum.

Karena di dalam Keraton sendiri biasanya ada pakem atau sistem untuk membuktikan, kalau seseorang itu memiliki silsilah keluarga kerajaaan atau tidak.

"Permasalahan silsilah atau nasab ini harus kita kaji. Semua memang banyak memiliki keturunan atau silsilah, tapi harus ada pakemnya. Pakem ini yang menjadi dominan. Pakem ini adalah aturan adat istiadat dalam Kerajaan atau Keraton, " ujar Qodiran.

Sunan Gunung Jati Sebagai Keturunan Kerajaan Pajajaran

Qodiran hingga saat ini masih meragukan klaim yang diutarakan oleh kedua kerajaan baru itu. Khususnya klaim Rohidin, pendiri Kesultanan Selacau yang mengaku sebagai keturunan kesembilan dari Raja Pajajaran Surawisesa, dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII.

Lebih lanjut, Qodiran mengungkapkan, ada kejanggalan besar yang bisa dilihat dari klaim Rohidin. Menurutnya, apabila Rohidin mengaku sebagai keturunan kesembilan Raja Pajajaran Surawisesa, maka klaim itu tidak benar. Sebab, Sunan Gunung Jati saja adalah keturunan ketujuh belas atau kedelapan belas dari Kerajaan Pajajaran.

"Kalau dia mengaku keturunan kesembilan itu jauh sekali. Karenan Sunan Gunung Jati sendiri adalah keturunan ketujuh belas atau kedelapan belas dari Kerajaan Pajajaran," jelas Qodiran.

Keraton Kanoman

Qodiran menuturkan, Sunan Gunung Jati adalah putra dari Nyai Rara Santang. Nyai Rara Santang merupakan adik dari Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Mereka berdua adalah anak dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.

Dari catatan sejarah tersebut menurut Qodiran, sudah sangat jelas kalau Sunan Gunung Jati adalah keturunan dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi. Dalam hal ini, Sunan Gunung Jati merupakan cucu dari Prabu Siliwangi.

"Sunan Gunung Jati nasabnya jelas. Dia putra Nyai Rara Santang dan keponakan Pangeran Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Jadi Sunan Gunung Jati itu cucu dari Raja Pajajaran Prabu Siliwangi," ucap Qodiran.

Dengan adanya kemunculan Kerajaan atau Keraton baru belakangan ini, Qodiran berharap agar pemerintah harus melakukan pengkajian lebih mendalam terkait sejarah kerajaan itu. Jangan sampai, kerajaan-kerajaan tersebut justru merusak sejarah Keraton atau Kerajaan di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini