nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Wuhan Renggut 17 Nyawa, WHO Belum Akan Deklarasikan "Darurat Global"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 09:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 18 2156981 virus-korona-wuhan-renggut-17-nyawa-who-belum-akan-deklarasikan-darurat-global-oTzILf9hSs.jpg Foto: Reuters.

JENEWA – Lebih dari 500 kasus infeksi telah terkonfirmasi dengan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 17 orang. Meningkatnya jumlah korban seiring dengan terus menyebarnya wabah virus korona baru yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China, ke daerah-daerah bahkan ke negara lain di seluruh dunia.

Virus yang saat ini dikenal sebagai 2019-nCoV, yang merupakan jenis baru virus korona yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia. Virus ini mengingatkan orang-orang pada virus Sars (infeksi pernapasan akut) yang menewaskan lebih dari 700 orang di seluruh dunia antara 2002-2003, yang juga merupakan varian dari virus korona.

BACA JUGA: Penyebaran Pneumonia Wuhan Makin Meluas, WHO Adakan Pertemuan Darurat

Sejauh ini seluruh korban meninggal dunia akibat virus 2019-nCoV berpusat di Provinsi Hubei, di mana Kota Wuhan berada.

Diwartakan BBC, Kamis (23/1/2020), merespons penyebaran virus korona Wuhan ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menggelar pertemuan komite darurat di Jenewa, Swiss. Namun, setelah melalui diskusi seharian, komite mengumumkan bahwa mereka belum akan mendeklarasikan status "darurat global" terkait virus baru tersebut.

Direktur Jenderal Dr Tedros Ghebreyesus mengatakan lebih banyak informasi diperlukan tentang penyebaran infeksi virus Wuhan itu. Komite ahli kesehatan akan kembali melakukan pertemuan pada Kamis (23/1/2020).

Status darurat global adalah tingkat peringatan tertinggi yang dapat diumumkan WHO. Sebelumnya status itu telah digunakan sebagai respons terhadap flu babi, virus Zika dan Ebola.

Pemerintah Wuhan telah melakukan sejumlah langkah untuk menangkal penyebaran virus korona, termasuk dengan menghentikan sementara seluruh layanan transportasi publik di kota, dan membatalkan penyelenggaraan acara-acara besar, pameran dan pertunjukan.

BACA JUGA: Ada Wabah Virus Korona, China: Jangan Pergi ke Wuhan!

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin telah melarang orang-orang untuk tidak datang ke Wuhan, dan meminta penduduknya untuk tidak meninggalkan kota itu.

"Pada dasarnya, jangan pergi ke Wuhan. Dan orang-orang di Wuhan tolong jangan meninggalkan kota," katanya dalam briefing publik pada Rabu, 22 Januari.

Virus korona jenis baru ini menginfeksi paru-paru dan gejalanya dimulai dengan demam dan batuk. Ini dapat berkembang menjadi sesak napas dan kesulitan bernafas.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini