Pakar PBB Desak Penyelidikan Dugaan Peretasan Ponsel oleh Putra Mahkota Saudi

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 23 Januari 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 18 2157012 pakar-pbb-desak-penyelidikan-dugaan-peretasan-ponsel-oleh-putra-mahkota-saudi-PtUt81FuB8.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Dua pakar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut penyelidikan segera oleh Amerika Serikat (AS) dan pihak berwenang lainnya terhadap tuduhan bahwa putra mahkota Arab Saudi terlibat dalam rencana peretasan telepon bos Amazon dan pemilik Washington Post, Jeff Bezos.

Pelapor khusus PBB, Agnes Callamard dan David Kaye, pada Rabu mengatakan mereka memiliki informasi yang menunjuk pada "kemungkinan keterlibatan" Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam dugaan serangan siber pada 2018. Serangan siber itu muncul sebelum ancaman, yang diduga dilakukan National Enquirer, untuk menerbitkan foto-foto intim Bezos, seorang miliarder dan taipan teknologi yang juga merupakan salah satu orang terkaya di dunia.

BACA JUGA: Putra Mahkota Arab Saudi Dilaporkan Retas Ponsel Orang Terkaya di Dunia

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, (23/1/2020), Callamard, pelapor khusus untuk pembunuhan di luar hukum pengadilan, dan Kaye, pelapor khusus untuk kebebasan berekspresi, mengatakan bahwa mereka percaya peretasan itu dilakukan “dalam upaya untuk mempengaruhi, atau membungkam, laporan Washington Post terkait Arab Saudi".

Mereka juga menyerukan "penyelidikan segera oleh AS dan otoritas terkait lainnya" terhadap dugaan peretasan itu.

Rekomendasi mereka tidak mengikat, dan seberapa cepat, jika memang akan dilakukan, pejabat AS mungkin menindaklanjutinya masih belum jelas. Wall Street Journal (WSJ) mengatakan, penyelidikan FBI terhadap peretasan sedang berlangsung.

FBI menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, sementara pejabat Saudi membantah laporan itu, menyebutnya absurd.

Para pelapor mendasarkan desakan mereka atas laporan forensik setebal 17 halaman yang disusun FTI Consulting, sebuah perusahaan konsultan berbasis di Washington, yang menurut salah satu sumber yang mengetahui masalah tersebut, telah ditugaskan oleh Bezos.

Laporan itu menuduh dengan "keyakinan tingkat menengah hingga tinggi" bahwa iPhone X milik sang miliarder dibajak oleh file video berbahaya yang dikirim dari akun WhatsApp yang digunakan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada 1 Mei 2018.

BACA JUGA: Mohammed bin Salman Retas Ponsel Orang Terkaya di Dunia, Arab Saudi: Tidak Masuk Akal

Dalam laporan itu disebutkan bahwa dalam beberapa jam setelah menerima file video ada "perubahan aneh dan ekstrem" dalam perilaku gawai Bezos, dengan tingkat data keluar dari telepon melonjak hampir 300 kali lipat. .

FTI Consulting mengatakan bahwa pekerjaannya dirahasiakan dan tidak akan berkomentar lebih lanjut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini