nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taiwan Desak China Rilis Semua Informasi Mengenai Virus Korona Wuhan

Kamis 23 Januari 2020 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 18 2157341 taiwan-desak-china-rilis-semua-informasi-mengenai-virus-korona-wuhan-g4XQKyWWni.jpg Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. (Foto: Reuters)

TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendesak China agar merilis semua informasi tentang wabah virus baru dan bekerja sama dengan Taiwan untuk menghentikan penyebarannya.

Atas desakan China, Taiwan bukan anggota Organisasi Kesehatan Dunia dan tidak diizinkan berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan organisasi itu. Namun, sejumlah besar warga Taiwan melakukan perjalanan ke China, di mana ratusan orang jatuh sakit dan sedikitnya 17 orang telah meninggal dalam wabah yang diyakini berasal dari Kota Wuhan.

BACA JUGA: Belum Ada WNI di China yang Terinfeksi Virus Korona Wuhan

Walaupun ada pembatasan-pembatasan oleh Beijing, Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan pada awal bulan ini mengatakan bahwa pada 15 Januari lalu pihaknya diberitahu oleh lembaga serupa di China tentang wabah tersebut.

Dikatakan bahwa lembaga itu telah mengirim dua ahli ke Wuhan untuk mengunjungi fasilitas perawatan kesehatan untuk “lebih memahami proses pengobatan kasus-kasus tersebut.”

Tsai tidak menyebutkan interaksi itu dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 22 Januari 2020.

BACA JUGA: Bendung Virus Korona, China Hentikan Semua Layanan Transportasi Umum di Wuhan

“Saya terutama ingin mendesak China, sebagai anggota komunitas internasional, agar memenuhi tanggung jawabnya dengan membuat situasi wabah ini transparan, dan agar berbagi informasi yang akurat tentang wabah ini dengan Taiwan,” kata Tsai kepada para wartawan sebagaimana dilansir VOA, Kamis (23/1/2020).

Satu kasus virus korona yang sebelumnya tidak diketahui telah dikukuhkan ditemukan di Taiwan dan yang lainnya di Macau, Korea Selatan, Jepang, Thailand dan Amerika Serikat (AS). Pasien di Taiwan adalah seorang wanita pengusaha yang baru saja kembali dari Wuhan dan kini sedang dalam pemulihan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini