nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dijanjikan Jadi Pacar, Siswi SMA Dilecehkan Penjaga Toko

Rasyid Ridho , Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 340 2157451 dijanjikan-jadi-pacar-siswi-sma-dilecehkan-penjaga-toko-xKnJ0DCcGh.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PANDEGLANG - Seorang pria berinisial MMB (21), pintar merayu seorang wanita yang baru dikenalnya di media sosial Facebook. Bahkan, berkat kelihaiannya itu, pelaku berhasil merayu siswi SMA di Pandeglang berinisial FN (17), untuk bercinta satu malam di sebuah hotel di kawasan Pantai Carita, Pandeglang.

MMB yang bekerja menjaga toko pakaian di Kabupaten Lebak itu awalnya berkenalan dengan FN di facebook. Setelah berkenalan, pelaku kemudian bertukar nomor ponsel agar lebih mudah dan intens berkomunikasi.

Tak lama berkomunikasi, pelaku pun mengajak wanita yang baru dikenalnya itu untuk janjian bertemu tatap muka pada 14 Desember 2019 yang lalu. Saat pertemuan itulah, pelaku dengan bermodal wajah tampannya, merayu wanita yang baru dikenalnya untuk menginap di sebuah hotel.

"Pelaku dan korban menginap di hotel, dan pelaku mengajak korban melakukan hubungan badan dengan janji akan menjadikan pacar korban, hingga akhirnya terjadi persetubuhan," kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP DP Ambarita, Kamis (23/1/2020).

 Pemerkosaan

Orangtua korban yang mengetahui kejadian tersebut, kemudian melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Pandeglang. Setelah mendapati dua alat bukti, petugas kemudian membekuk pelaku di toko pakaian yang sehari hari menjadi lokasi bekerjanya.

'Pelaku ditangkap unit 4 PPA di kios tempatnya berjualan pakaian kemudian dibawa ke polres Pandeglang untuk penyidikan lebih lanjut," ujar Ambarita.

Sebagai alat bukti, petugas mengamankan pakaian korban lengkap baju, celana, pakain dalam, dan bukti hasil visum dari rumah sakit.

Akibat perbuatannya, pelaku kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Pandeglang dan terancam hukuman 15 tahun penjara karena dikenakan Pasal 76 D Jo Pasal 81 Undang – undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini