nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Terpengaruh Virus Korona, Rumah Makan Daging Kelelawar di Manado Ramai Pengunjung

Subhan Sabu, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 21:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 24 340 2157979 tidak-terpengaruh-virus-korona-rumah-makan-daging-kelelawar-di-manado-ramai-pengunjung-egecElBfDY.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MANADO - Masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) terkenal sebagai pengkonsumsi daging ekstrem. Banyak rumah makan di Sulut yang menjual daging ular dan kelelawar.

Tepatnya di Kota Tomohon, terdapat pasar ekstrem yang menjual daging anjing, kucing, babi, kelelawar, babi hutan, tikus ekor putih, ular piton, kus-kus, bahkan daging hewan yang terancam punah pun ada di sana, seperti yaki atau monyet hitam Sulawesi.

Dari penelusuran Okezone ke salah satu rumah makan yang menjual daging kelelawar, sang penjual mengaku tidak terpengaruh dengan adanya penyebaran virus korona yang kini tengah ramai diperbincangkan lantaran ada isu virus tersebut sudah masuk ke Indonesia dari negeri asalnya China.

"Daging kelelawar sudah lama di konsumsi oleh masyarakat, tapi daging yang kami jual tidak ada berpenyakit seperti virus korona, kalau toh ada virus, pastilah sudah banyak masyarakat sulawesi utara yang berhenti makan daging kelelawar," ujar Seny Warouw, Jumat (24/1/2020).

Daging kelelawar (Foto : Okezone.com/Subhan)

Seny yang mengaku sudah 7 tahun berjualan daging kelelawar mengaku pelanggannya tidak ada yang terpengaruh dengan virus korona. Bahkan rumah makannya tetap ramai setiap hari seperti biasa.

"Setiap hari selalu ramai. Daging kelelawar didapat dari sulawesi utara sendiri. Lagian daging kelelawar berkhasiat menyembuhan penyakit asma," kata Seny.

Baca Juga : Virus Korona Wuhan, China Bangun Rumah Sakit Berkapasitas Seribu Kasur

Vena Kaseger salah seorang pelanggan mengaku sudah lama mengkonsumsi daging kelelawar yang menurutnya sangat berkhasiat menyembuhkan penyakit asma. Dirinya mengaku daging tersebut menjadi makana wajib setiap hari.

Vena juga mengaku tidak terpengaruh dengan isu terkait virus korona dan yakin tidak ada virus tersebut di Manado, kalaupun ada dirinya tetap akan terus mengkonsumsi daging kelelawar.

"Tidak takut dengan virus korona, semuanya sudah diatur oleh Tuhan, mau sakit atau pun meninggal," kata Vena, warga Manado

Senada dengan Vena, Jufry Mantak, warga Minahasa juga tidak merasa terganggu dengan adanya isu terkait virus korona. Dirinya mengaku sejak kecil sudah mengkonsumsi daging kelelawar dan sudah jadi makanan kesukaannya.

"Sampai saat ini masih banyak yang makan ikan kelelawar, tidak terpengaruh dengan adanya virus korona, lagipula di Manado belum ditemukan adanya virus korona," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini