nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Wuhan, China Bangun Rumah Sakit Berkapasitas Seribu Kasur

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 19:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 24 18 2157887 virus-korona-wuhan-china-bangun-rumah-sakit-berkapasitas-seribu-kasur-BdxNeTJuFV.jpg Pasien terinfeksi virus dibawa ke rumah sakit di Wuhan, China. (Foto/Reuters)

WUHAN – Pemerintah China membangun rumah sakit berkapasitas seribu kasur untuk merawat pasien yang terinfeksi virus korona tipe baru.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan jumlah kasus infeksi virus korona di negara itu sudah mencapai 830 kasus, dan menyebabkan 25 kematian, dan 8.420 kasus kerabat pasien yang terinfeksi virus korona.

Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan situasi darurat namun bukan pada level internasional.

Sebagian besar kasus ditemukan di pusat Kota Wuhan, China, yang menjadi sumber virus korona.

Baca juga: Virus Korona Kian Mengerikan, Kondisi Wuhan China Kini Mirip Film Zombie

Baca juga: Serangan Virus Korona Bikin Warga Wuhan China Ketakutan

Rumah sakit baru yang sedang dibangun berada di sekitar kompleks yang diperuntukkan bagi rekreasi pekerja lokal, terletak di taman di tepi danau pinggiran kota, menurut laporan harian Changjiang Daily, mengutip Reuters, Jumat (24/1/2020.

Mesin-mesin bangunan, termasuk 35 alat penggali dan 10 buldoser, tiba di lokasi pada Kamis (23/1) malam, untuk menyiapkan fasilitas baru Senin 27 Januari 2020, surat kabar itu menambahkan.

"Pembangunan proyek ini adalah untuk mengatasi kekurangan sumber daya medis yang ada," kata laporan itu.

"Karena akan menjadi bangunan prafabrikasi, itu tidak hanya akan dibangun dengan cepat tetapi juga tidak akan memakan banyak biaya."

Pembangunan rumah sakit itu merujuk pengalaman Beijing pada 2003, saat kota itu melawan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS). Sebanyak 774 orang meninggal dalam wabah SARS, yang menyebar ke hampir 30 negara.

Pada saat itu, Beijing membangun rumah sakit Xiaotangshan di pinggiran utara hanya dalam waktu seminggu. Dalam waktu dua bulan, rumah sakit itu merawat seperlima dari semua pasien SARS di negara itu, kata Harian Changjiang.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini