Share

Jumlah Kasus Infeksi Virus Korona di China Melonjak, 41 Orang Meninggal

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 25 Januari 2020 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 25 18 2158154 jumlah-kasus-infeksi-virus-korona-di-china-melonjak-41-orang-meninggal-tmOZMkc4pR.jpg Foto: Reuters.

BEIJING – Jumlah resmi korban meninggal dunia akibat wabah virus korona di China pada Sabtu (25/1/2020) telah melonjak menjadi 41 orang. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat dari 26 orang yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) pada Sabtu mengatakan total kasus yang dikonfirmasi di China saat ini mencapai 1.287 kasus. Lebih dari 1.300 orang telah terinfeksi secara global, sementara otoritas kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyakit itu menjadi wabah global.

BACA JUGA: Mengapa WHO Belum Tetapkan Darurat Kesehatan Global Terkait Virus Korona?

Virus itu juga telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, Amerika Serikat (AS) dan Australia.

Media lokal melaporkan, seorang dokter yang berjuang di garis depan dalam upaya penanganan virus di Kota Wuhan menjadi salah satu korban yang meninggal.

China Global Television Network melaporkan melalui sebuah tweet bahwa Dokter Liang Wudong, (62) dari Rumah Sakit Hubei Xinhua di Wuhan telah meninggal akibat virus itu.

Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa yang menjadi pusat wabah telah secara virtual diisolasi. Hampir semua penerbangan di bandara telah dibatalkan dan pos-pos pemeriksaan memblokir jalan-jalan utama yang mengarah ke luar kota.

Pihak berwenang sejak itu memberlakukan penguncian serupa di lebih dari 10 kota di dekat Wuhan sebagai bagian dari upaya penahanan yang berkelanjutan.

BACA JUGA: 830 Kasus Virus Korona Terkonfirmasi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 25 Orang

Otoritas kesehatan Hubei pada Sabtu mengatakan ada 658 pasien yang terkena virus dalam perawatan medis, 57 di antaranya sakit kritis.

Para pejabat kesehatan China khawatir laju penularan virus akan meningkat karena ratusan juta orang China bepergian di dalam dan luar negeri selama liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada hari ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini