Rizki menambahkan, setelah pemerintah memutuskan mengisolasi Kota Kaifeng, suasana kota menjadi mencekam. Kekkawatiran meningkatnya penyebaran virus korona juga meninkat. Hal itu membuat dirinya dan beberapa mahasiswa asing lainnya memutuskan pulang ke negara masing-masing.
“Sebelumnya kami mencoba bertahan di asrama masing- masing, karena di asrama lebih aman dari pada kondisi di luar asrama, sambil menunggu pemerintah untuk mengevakuasi, namun kondisi keamanan di sini terus ditingkatkan hingga Siaga I, itu membuat kami khawatir untuk bertahan lebih lama, jadi kami memutuskan untuk mencoba meninggalkan kota ini secara bersama-sama,” ujar Rizki.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.