nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu Arab Saudi: Pemegang Paspor Israel Tak Boleh Kunjungi Kerajaan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 28 18 2159376 menlu-arab-saudi-pemegang-paspor-israel-tak-boleh-kunjungi-kerajaan-sU0LhyWxKm.jpg Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. (Foto: Reuters)

RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi kembali menegaskan bahwa warga Israel tidak diperbolehkan mengunjungi kerajaan petrodolar itu. Hal itu disampaikan Pangeran Faisal bin Farhan setelah Israel mengumumkan bahwa warganya diperbolehkan mengunjungi Arab Saudi dalam keadaan tertentu.

“Kebijakan kami sudah ditetapkan. Kami tidak memiliki hubungan dengan negara Israel dan pemegang paspor Israel tidak dapat mengunjungi kerajaan pada saat ini," kata Pangeran Faisal sebagaimana dikutip CNN pada Senin, 27 Januari 2020.

BACA JUGA: Untuk Pertama Kalinya, Israel Izinkan Warganya Kunjungi Arab Saudi untuk Berhaji

Sebelumnya, pada Minggu, 26 Januari, Menteri Dalam Negeri Israel mengatakan bahwa warga Israel, jika diundang dan diizinkan oleh otoritas Saudi, akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke sana dengan alasan keagamaan dalam perjalanan haji atau hingga sembilan hari untuk alasan bisnis seperti investasi atau pertemuan.

Warga Israel, sebagian besar warga Muslim yang melakukan ziarah, selama bertahun-tahun telah mengunjungi Arab Saudi, yang merupakan rumah bagi dua situs suci umat Islam. Mereka biasanya pergi dengan izin khusus atau menggunakan paspor asing.

BACA JUGA: Presiden Palestina: Kesepakatan Damai AS Adalah 'Tamparan Abad Ini'

"Ketika sebuah perjanjian damai dicapai antara Palestina dan Israel, saya yakin masalah keterlibatan Israel di wilayah itu akan dibahas," kata Pangeran Faisal.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengungkapkan rincian rencana perdamaian Timur Tengahnya kepada para pemimpin Israel pada Senin. Pejabat Palestina mengatakan rencana yang disebut sebagai “Kesepakatan Abad Ini” itu adalah upaya "untuk menyudahi" perjuangan Bangsa Palestina.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini