TEL AVIV – Pemerintah Israel pada Minggu, 26 Januari untuk pertama kalinya mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan warganya untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Namun, izin tersebut akan diberikan hanya dalam kondisi tertentu.
Menteri Dalam Negeri Israel Aryeh Deri, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa warga Israel akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi dalam dua kondisi: Karena alasan agama untuk ziarah, seperti ibadah haji atau perjalanan selama sembilan hari untuk alasan bisnis seperti investasi atau pertemuan.
Mereka masih memerlukan izin dari otoritas Saudi untuk melakukan perjalanan itu, demikian disebutkan dalam pernyataan yang dilansir Middle East Monitor, Senin (27/1/2020).
Israel memiliki perjanjian damai dengan dua negara Arab; Mesir dan Yordania. Tetapi kekhawatiran atas pengaruh Iran di wilayah tersebut telah menyebabkan hubungannya dengan beberapa negara Teluk juga mencair.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berusaha memanfaatkan kepentingan bersama negara-negara itu terkait dengan Iran, sementara juga memasarkan teknologi Israel untuk mencoba dan lebih lanjut menormalisasi hubungan.