JUMLAH korban meninggal dunia di China akibat virus korona telah meningkat menjadi 80 orang, menurut data pada awal pekan ini. Adapun hampir 3.000 orang dipastikan telah terjangkit virus tersebut.
Sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pekan lalu mengatakan epidemi novel coronavirus atau virus korona jenis baru merupakan krisis di China dan belum menjadi darurat kesehatan global.
Baca juga: Fasilitas Kesehatan Indonesia Memadai Atasi Virus Korona
Meski demikian, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono mengatakan bahwa pemerintah meningkatkan kewaspadaan pada seluruh pintu masuk negara.
Di luar penggunaan alat pemidai suhu tubuh (thermal scan), kata Anung, para petugas karantina dari Kantor Kesehatan Pelabuhan juga sudah mulai mengambil langkah yang lebih proaktif dan memeriksa ke dalam pesawat jika dibutuhkan.
"Kalau thermal scan itu statis. Kita sekarang sudah mulai masuk ke pesawat, khususnya adalah pesawat-pesawat yang datang dari China," ujar Anung, mengutip dari BBC News Indonesia, Selasa (28/1/2020).
Baca juga: Wabah Virus Korona, AS dan Kanada Berlakukan Travel Warning ke China
Ia menambahkah bahwa beberapa titik pintu masuk negara juga sudah dipersiapkan dengan alat-alat pelindung diri (APD) bagi para petugas.
Anung juga mengatakan bahwa pemerinah telah menyiapkan sebanyak 21 alat capsule transport untuk membawa pasien yang terduga terinfeksi novel coronavirus dari titik kedatangan masuk Indonesia.
(Hantoro)