nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Australia Berhasil Buat Tiruan Virus Korona

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 15:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 29 18 2160152 ilmuwan-australia-berhasil-buat-tiruan-virus-korona-NSW1oqJy49.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

MELBOURNE - Para ilmuwan di Australia menjadi yang pertama menciptakan tiruan virus korona baru di luar China dalam langkah yang mereka sebut sebagai "terobosan signifikan". Penemuan itu akan dibagikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan harapan dapat membantu upaya untuk mendiagnosis dan mengobati virus.

Para ilmuwan di China juga telah membuat ulang virus itu dan membagikan urutan genomnya, tetapi bukan virus itu sendiri.

BACA JUGA: Wabah Virus Korona Diperkirakan Capai Puncaknya dalam 10 Hari Mendatang

Wabah virus korona baru yang dikenal dengan nama 2019-nCoV hingga saat ini dilaporkan telah menewaskan 132 orang dan menginfeksi lebih dari 5.000 orang.

Sedikitnya 47 kasus infeksi virus korona telah dikonfirmasi di 16 negara di luar China termasuk di Thailand, Prancis, Amerika Serikat (AS), dan Australia. Tetapi sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan di luar China.

Para peneliti di laboratorium spesialis di Melbourne, Australia, mengatakan mereka telah dapat menumbuhkan tiruan virus itu dari pasien yang terinfeksi. Sampel virus itu dikirim kepada mereka Jumat, 24 Januari.

"Kami telah merencanakan insiden seperti ini selama bertahun-tahun, dan itulah mengapa kami bisa mendapatkan jawaban dengan begitu cepat," kata Dr Mike Catton dari Institut Peter Doherty untuk Infeksi dan Kekebalan sebagaimana dilansir BBC, Rabu (29/1/2020).

Dokter mengatakan tiruan virus itu dapat digunakan sebagai "bahan kontrol" untuk pengujian dan "akan menjadi hal yang membawa perubahan besar untuk diagnosis".

Virus tiruan itu bisa melibatkan tes diagnosis dini yang dapat mendeteksi virus pada orang yang belum menunjukkan gejala.

"Tes antibodi akan memungkinkan kita untuk menguji secara retrospektif pasien yang dicurigai terinfeksi sehingga kita dapat mengumpulkan gambaran yang lebih akurat tentang seberapa luas virus itu, dan akibatnya, antara lain, tingkat kematian yang sebenarnya," kata Dr Catton.

BACA JUGA: Korban Tewas Akibat Virus Korona di China Capai 132 Orang, 5.974 Kasus Terkonfirmasi

"Ini juga akan membantu dalam penilaian efektivitas vaksin percobaan."

Menurut WHO, periode inkubasi virus corona yang baru berkisar antara dua hingga 10 hari.

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus virus corona di China meningkat pesat meski aparat telah berupaya membendung penyebarannya. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain mengisolasi Kota Wuhan di Provinsi Hubei, yang menjadi tempat asal penyebaran virus tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini