10 Fakta Mayat Perempuan Hangus Terbakar di Banyuwangi

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 00:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 519 2159800 10-fakta-mayat-perempuan-hangus-terbakar-di-banyuwangi-X3cYaiDZsn.JPG Lokasi penemuan mayat perempuan terbakar di Banyuwangi, Jawa Timur (Foto: Okezone)

6. Empat saksi sudah diperiksa

Setelah menemukan titik terang identitas korban, polisi lantas memeriksa sejumlah saksi mata termasuk rekan kerja korban. Dari sanalah kecurigaan petugas muncul kepada salah satu rekan korban yang diduga menjadi orang terakhir yang diketahui bersama korban pada Jumat sore.

"Ada empat orang saksi yang kita minta keterangan. Saksi awal ada dua, ditambah dengan pengembangan jadi ada empat saksi. Dari sana sudah jelas mengerucut ke orang-orang yang diduga melakukan pembunuhan," jelas Kombes Arman Asmara Syarifudin.

7. Pembunuh korban sakit hati disebut 'Boboho'

Setelah dilakukan penyelidikan, kepolisian akhirnya menemukan pelaku bernama Ali Heri Sanjaya (27), warga Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Ia diringkus tim Satreskrim Polresta Banyuwangi pada Selasa dini hari pukul 05.00 WIB. Saat diamankan pelaku sempat melawan dan berniat akan kabur, sehingga dihadiahi timah panas.

"Pelaku ini salah satu teman kerja korban. Motifnya karena korban kerap kali menghina pelaku dengan kata-kata gendut, boboho, sini, dan kesulitan ekonomi. Dari sana pelaku sakit dan merencanakan pembunuhan," ucap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin saat rilis di Mapolresta Banyuwangi, Selasa 28 Januari 2020.

8. Pembunuhan sudah direncanakan

Amarah Ali Heri Sanjaya (27) sudah tak dapat terbendung lagi ketika korban menghina pelaku. Ia kemudian menyusun siasat pada Jumat sore sepulang kerja menghabisi korbannya.

"Pelaku ini sudah merencanakan (membunuh) seminggu sebelumnya. Di mana setelah pulang pada Jumat 24 Januari 2020, pelaku meminta korban mengantarkan pulang dengan menggunakan sepeda motor milik korban," beber Arman.

Saat tiba di suatu tempat dari perjalanan mereka, pelaku sempat berpura-pura lelah dan meminta Rosidah untuk menggantikannya untuk mengendarai sepeda motor.

Saat itulah, pelaku memanfaatkan untuk memukul leher bagian kiri hingga terjatuh. Usai terjatuh korban kembali dicekik oleh pelaku hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak pelaku kemudian membeli bensin dan kembali ke lokasi, lalu menggendong jasad Rosidah ke sebuah kebun kelapa. Di sana tersangka Ali membakar tubuh Rosidah.

9. Jual motor korban untuk bayar utang

Setelah sakit hati, pelaku ternyata mempunyai motif ingin menguasai harta benda korban. Hal ini terbukti dari pengakuan pelaku setelah membunuh korbannya, tersangka kabur membawa sepeda motor Honda Beat dan handphone korban.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara menyebut pelaku menjual hasil rampasan sepeda motor dan handphone korban untuk menebus sepeda motor yang dia gadaikan.

"Motor korban dibawa ke Situbondo dijual harga Rp4 juta, sedangkan handphone korban dijual pelaku seharga Rp1.250.000. Uang hasilnya digunakan untuk menebus sepeda motor milik pelaku yang digadaikan," paparnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Ali terjerat dengan pasal berlapis, mulai dari Pasal 365 KUHP mengenai pencurian dan kekerasan, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup dan minimal 20 tahun kurungan penjara.

10. Beredar video pelaku makan dengan lahap

Pascadiamankan oleh Tim Satreskrim Polresta Banyuwangi, tersangka Ali Heri Sanjaya (27) tampak lahap menikmati makan dengan menu pecel, tahu, telur ceplok dan kerupuk.

Aksi makan pecel tersangka ini diduga direkam salah satu polisi pada Selasa pagi. Di video berdurasi 26 detik ini tampak tersangka begitu menikmati makanan yang disajikan. Dengan tanpa muka bersalah, pelaku tahap lahap menghabiskan makanan tersebut.

"Awakmu enak mangan? Enak mangan yo, maksude gak kepikiran opo-opo mari mateni. (Kamu enak makan? Enak makan ya, maksudnya tidak terpikir apapun habis membunuh). Aku goleki awakmu telung dino gak turu (Saya mencari kamu tiga hari tidak tidur). Awakmu enak turu? Telung dino wingi wenak turu, awak dewe gak enak turu (Kamu enak tidur? Tiga hari kemarin enak tidur, kita sendiri tiga enak tidur)," ucap pria yang diduga polisi di video tersebut.

Sementara itu tersangka yang sedang makan, sesekali menjawab, "Enak turu (enak tidur)," jawab pelaku.

Pelaku juga beberapa kali menganggukkan kepala setelah ditanyai penyidik polisi, sambil beberapa kali menyantap makanannya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini