nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satu Pasien Suspect Virus Korona di RSHS Bandung Kondisinya Membaik

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 09:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 29 525 2159883 satu-pasien-suspect-virus-korona-di-rshs-bandung-kondisinya-membaik-RbowDcGWwZ.jpg Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. (Foto: Dok Okezone)

BANDUNG – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih mengobservasi dua pasien suspect virus korona. Namun, tim penanganan infeksi khusus memberikan spekulasi bahwa satu dari dua pasien kemungkinan negatif tertular virus tersebut.

"Saya bisa pastikan bahwa pasien pertama kalau dihitung terakhir kembali dari China sampai dengan saat sekarang sudah 15 hari dengan kondisi baik, kemungkinan besar negatif. Kalau sudah ada hasilnya terbukti negatif akan kami pulangkan," kata Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RSHS Bandung dr Yovita Hartantri, Rabu (29/1/2020).

Baca juga: Korban Tewas Akibat Virus Korona di China Capai 132 Orang, 5.974 Kasus Terkonfirmasi 

Namun untuk pasien rujukan dari Rumah Sakit Boromeus Bandung, kata dia, belum dapat dipastikan tertular atau tidak. Meski nanti hasil Litbangkes menunjukkan hasilnya negatif, pihaknya akan masih menempatkan yang bersangkutan di ruang isolasi.

"Ya jadi kalau yang pasien kedua hasil nya negatif, kita akan tetap akan memantau dulu di ruang isolasi, karena dia masih menggunakan alat bantu napas. Jadi sampai tim memutuskan apakah memang pasien bisa rawat di luar ruangan isolasi. Kalau memang demikian, bisa dirawat di luar ruang isolasi, kemungkinan besar pasien akan dikembalikan ke Rumah Sakit Boromeus karena permintaan keluarga," katanya.

Baca juga: Pemerintah Sudah Siapkan Anggaran Khusus untuk Atasi Virus Korona 

Yovita menjelaskan, pasien WNA asal China tersebut dimasukkan pada kriteria pasien dalam pengawasan terkait infeksi virus menular khusus. Pada kasus virus korona ini, pasien WNA tersebut menunjukkan gejala demam dan batuk. Selain itu, pasien tersebut punya riwayat bepergian ke China.

"Tapi dengan artinya risiko yang rendah, artinya kemungkinan dia tidak terpapar dengan orang yang memang terkonfirmasi positif. Karena dia berasal dari negara China, jadi kita tidak tahu risikonya kemungkinan ringan. Jadi, kita katakan orang yang dalam pemantauan," ucap dia.

Sementara untuk pasien rujukan dari RS Boromeus, ia menjelaskan pasien itu masuk kriteria pasien dalam pengawasan. Hal tersebut dilatarbelakangi kondisi pasien saat datang ke RSHS.

Baca juga: Tangkal Virus Korona, DPR: Cabut Fasilitas Bebas Visa bagi Warga China! 

"Kalau pasien kedua karena dia datang dengan keluhan sesak napas jadi sudah berat, dan dia baru pulang dari Singapura yang mana kita tahu di sana ada yang terpapar. Karena ada keluhan sesak napas, jadi dia dimasukkan kriteria pasien dalam pengawasan," jelas dia.

Saat ini kondisi kedua pasien dalam keadaan baik. Pihak RSHS masih menunggu hasil dari Litbangkes untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Baca juga: Dokter RSUP Kariadi Semarang Beberkan Jurus Ampuh Tangkal Virus Korona 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini