Diprotes Karena Rencana Karantina Virus Korona, Presiden Korsel Berusaha Tenangkan Warga

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 18 2160784 diprotes-karena-rencana-karantina-virus-korona-presiden-korsel-berusaha-tenangkan-warga-7jvydB6WGH.jpg Foto: Okezone.

SEOUL - Warga Korea Selatan yang marah melempari telur dan melontarkan makian ke arah seorang menteri dan beberapa pejabat yang berusaha meredakan kemarahan mereka atas rencana mengkarantina ratusan warga Korsel yang akan diterbangkan pulang dari Wuhan, pusat virus korona jenis baru.

Berdasarkan keterangan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, penerbangan pertama dari empat penerbangan untuk mengevakuasi warga Korsel dari Wuhan, direncanakan berangkat pada Kamis pagi, 30 Januari, tetapi China hanya menyetujui satu penerbangan.

BACA JUGA: Diterbangkan dari Wuhan, Warga AS Diisolasi 72 Jam di Pangkalan Militer California

Korea Selatan juga melaporkan kasus infeksi virus kelima dan keenam yang dikonfirmasi pada Kamis, termasuk kasus pertama infeksi domestik di Korea Selatan. Kasus-kasus sebelumnya hanya melibatkan orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan.

Sekira 700 warga Korea Selatan di Wuhan, telah terdaftar untuk diterbangkan pulang, tetapi pengunjuk rasa di Kota Asan dan Jincheon, sekira 80 km selatan Seoul, pada Rabu menggunakan traktor untuk memblokir akses ke fasilitas yang diperuntukkan sebagai pusat karantina.

Mereka memprotes lokasi karantina yang dinilai terlalu dekat dengan perumahan dan sekolah.

Pada Kamis, di Asan, para demonstran melemparkan telur dan meneriakkan kata-kata kasar kepada Menteri Dalam Negeri dan Keselamatan Chin Young. Aksi pelemparan itu membuat polisi menggunakan payung hitam untuk menangkis telur.

Presiden Moon Jae-in telah berbicara, mencoba menenangkan warga, mengatakan hanya mereka yang bebas dari gejala, yang akan berada di antara orang-orang yang dievakuasi dari Wuhan dan mereka akan diisolasi.

"Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang sangat ketat untuk memastikan (keamanan) warga. Tidak ada yang perlu dikhawatir,” kata Moon sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (30/1/2020).

BACA JUGA: Wabah Virus Korona, Ratusan Warga Negara Asing Dievakuasi dari Wuhan

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan akan memberikan bantuan darurat ke China senilai USD5 juta, mulai dari masker ke baju pelindung dan kacamata.

Sementara kementerian unifikasi mengumumkan bahwa kantor penghubung yang beroperasi di perbatasan di Korea Utara, yang berbatasan dengan China akan ditutup sampai wabah mereda.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini