nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita yang Dijuluki Genderuwo karena 27 Tahun Tak Mandi Akhirnya Dievakuasi

Kamis 30 Januari 2020 04:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 30 512 2160418 wanita-yang-dijuluki-genderuwo-karena-27-tahun-tak-mandi-akhirnya-dievakuasi-PuGPCPtFT7.JPG Rambut Sukiyah dibiarkan memanjang tak terurus selama 27 tahun tidak keramas hingga tikus bersarang di dalamnya (Foto: iNews.id)

SEMARANG – Sukiyah (50), warga Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah selama 27 tahun tidak pernah mandi. Dia bahkan sampai dijuluki genderuwo oleh warga, lantaran rambutnya gimbal tak terurus dan menjadi sarang serangga hingga tikus.

Wanita paruh baya yang hidup sebatang kara itu selama puluhan tahun hanya berdiam diri di dalam rumah reotnya yang mirip kandang kambing. Sukiyah yang disinyalir mengidap depresi berat ini juga membiarkan rambutnya terurai hingga dua meter.

Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ardian menuturkan, Sukiyah dievakuasi setelah tim ACT mendapat informasi ada warga yang mirip genderuwo karena tidak pernah mencukur rambut. Kondisinya pun memprihatinkan.

"Saya dapat cerita dari salah satu relawan katanya ada warga yang tinggal sendiri dan mirip genderowo," kata Ardian Kurniawan, menukil dari laman iNews.id, Rabu 29 Januari 2020.

Ardian mengaku tidak mudah membujuk nenek Sukiyah untuk berkomunikasi karena beberapa kali ditolak. “Saya coba terus membujuk nenek Sukiyah hingga akhirnya mau bicara,” terangnya.

Setelah mau diajak bicara, Sukiyah lalu dibujuk untuk mandi. Sebab, kondisi tubuh perempuan tua itu sangat dekil dan rambutnya gimbal, serta banyak binatang kecil.

"Kami latih untuk jalan pelan-pelan. Bisa ngomong bahasa Jawa juga. Mengutarakan apa yang dia mau," kata perawat Sukiyah, Yuliana Lina.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Sukiyah mendapat bantuan dari warga dan kerabat. Namun, karena Sukiyah kerap mengamuk, warga sekitar takut untuk memandikannya.

Saat ini, kondisi Sukiyah sudah lebih baik setelah menjalani pemulihan mental dan fisik di rumah pemulihan Kabupaten Semarang. Rencananya setelah sembuh dari perawatan, Sukiyah akan dibujuk pulang ke rumahnya. Namun, rumah wanita paruh baya itu akan diperbaiki terlebih dahulu sehingga dipastikan layak huni.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini