Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sultan Keraton Kasepuhan: King of The King Bohong dan Rekayasa!

Fathnur Rohman , Jurnalis-Kamis, 30 Januari 2020 |20:41 WIB
Sultan Keraton Kasepuhan: King of The King Bohong dan Rekayasa!
Keraton Kasepuhan Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur)
A
A
A

CIREBON - Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengaku kecewa dengan kemunculan kerajaan-kerajaan fiktif belakangan ini. Menurutnya, kerajaan fiktif itu bisa merusak tatanan sejarah kerajaan di Indonesia.

Arief yang juga menjadi ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) ini mengatakan, selain merusak sejarah kerajaan yang ada, kerajaan fiktif itu juga bisa menipu masyarakat.

Pasalnya, beberapa kerajaan fiktif seperti Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, serta yang terbaru King of The King mengklaim memiliki harta warisan Presiden Soekarno, dan memiliki dana di Bank Swiss.

Dijelaskan Arief, harta kekayaan yang dimiliki oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia sudah habis disumbangkan untuk proses kemerdekaan Indonesia. Jadi menurut Arief, tidak mungkin ada kerajaan yang memiliki harta peninggalan Presiden Soekarno ataupun memiliki dana di Bank Swiss.

Baca Juga: Kerajaan Palsu 'King of the King' Klaim Mampu Lunasi Utang Negara

"Kita sangat memprihatinkan. Kini ada King of The King yang mengaku mengelola dana Soekarno. Padahal di dalam sejarah itu tidak ada. Itu bohong dan rekayasa," kata Arief saat ditemui Okezone, di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/1/2020).

Arief menceritakan, hingga kini banyak keraton-keraton di Indonesia yang masih berjuang untuk melestarikan adat dan istiadatnya. Menurutnya, dengan keberadaan kerajaan fiktif itu secara tidak langsung mencoreng nama baik keraton di Indonesia.

Dikatakan Arief, dirinya sangat mengapresiasi kinerja kepolisian. Terutama setelah adanya penetapan beberapa orang di Sunda Empire yang dijadikan sebagai tersangka.

Arief juga mengimbau agar masyrakat tidak boleh percaya dengan rayuan-rayuan yang diberikan oleh kerajaan fiktif tersebut. Ia meminta, agar masyarakat segera melaporkan kepada aparat penergak hukum, apabila menemukan organisai yang mirip kerajaan fiktif seperti sekarang ini.

"Mereka banyak memberikan berita bohong. Ini yang dirugikan masyarakat. Jadi kalau ada yang semacam itu cepat laporkan ke polisi, " ucap Arief.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement