Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Makan Biaya Rp420 Miliar, 2 Flyover di Kota Bekasi Diharapkan Tekan Kemacetan

Wisnu Yusep , Jurnalis-Jum'at, 31 Januari 2020 |19:27 WIB
Makan Biaya Rp420 Miliar, 2 <i>Flyover</i> di Kota Bekasi Diharapkan Tekan Kemacetan
Flyover di Bekasi (Foto: Okezone/Wisnu)
A
A
A

BEKASI - Mulai hari ini, Jumat 31 Januari 2020 flyover di Cipendawa dan Rawapanjang sudah bisa dilalui oleh masyarakat, baik itu dari Kabupaten Bogor maupun Kota/Kabupaten Bekasi.

Pembangunan dua flyover di Kota Bekasi yang diresmikan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wali Kota Bekasi itu menghabiskan Rp 420 miliar, dengan maksud bisa mengurangi titik-titik kemacetan.

"Mulai hari ini dua flyover ini sudah bisa dilintasi masyarakat, dengan harapan titik kemacetan di Bantar Gebang bisa menurun," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana usai peresmian di atas Flyover Cipendawa, Jalan Narogong, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jumat (31/1/2020).

Baca Juga: Pemprov DKI Gelontorkan Dana Hibah Rp420 Miliar untuk 2 Flyover di Kota Bekasi

Adapun rinciannya pembangunan kedua flyover tersebut yakni flyover Rawapanjang sebesar Rp180 miliar dan Cipendawa Rp240 miliar. Biaya pembangunan konstruksi maupun pembebasan lahan itu, kata dia menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap satu, kata dia, di tahun 2017 hingga 2018 dan tahap dua di tahun 2019. Flyover Rawapanjang akan menghubungkan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Jalan Raya Narogong. Sementara Flyover Cipendawa merupakan akses penghubung Jalan Raya Cipendawa dan Jalan Raya Narogong.

Sedangkan, pembebasan tanah Flyover Cipendawa membutuhkan lahan seluas 13.000 meter persegi. Sementara Rawapanjang 7.000 meter persegi. Dengan peresmian ini diharapkan akan mempermudah arus lalu lintas truk sampah DKI Jakarta menuju TPST Bantargebang.

Anies dan Pepen resmikan dua flyover di Kota Bekasi (Foto: Okezone/Wisnu)

Sebelumnya di dua titik persimpangan Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi mengalami kemacetan parah selama dua tahun hingga 2020. Kemacetan parah terjadi di persimpangan Cipendawa.

Jalan yang berstatus nasional ini mengalami penyempitan sepanjang 50 meter yang mengarah ke Bekasi maupun Bantar Gebang. Jalan yang awalnya setiap arah memiliki lebar 10 meter dengan dua lajur, kini berubah menjadi empat meter sehingga hanya terdapat satu lajur setiap arah.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement