Sempat Koma, Pelaku Penusukan Kakak Beradik di Pontianak Tewas

Ade Putra, Okezone · Jum'at 31 Januari 2020 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 340 2161124 sempat-koma-pelaku-penusukan-kakak-beradik-di-pontianak-tewas-CI50cirwMZ.jpg RD, Pelaku Penusukan Kakak Beradik di Pontianak Meninggal Dunia Setelah Sempat Koma (foto: Okezone/Ade Putra)

PONTIANAK - RD, seorang pria yang mengamuk dan melakukan penusukan di Coffee Mama (sebelumnya ditulis Kafe Mama) akhirnya meninggal dunia di Ruang ICU RS Anton Soedjarwo (Bhayangkara) Pontianak, Kamis 30 Januari 2020.

Pria 30 tahun ini meninggal dunia saat dalam perawatan atas luka yang dialami seusai menyerang Arsyad dan Asri, pengunjung warung kopi yang terletak di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara tersebut, pada Rabu 29 Januari 2020.

Baca Juga: Pria Ngamuk Tusuk Kakak Beradik di Kafe Mama, Satu Orang Tewas 

RD dikabarkan mengalami luka serius di bagian kepala setelah melukai kedua korban yang merupakan kakak adik tersebut. Akibat serangan balasan itu, RD sempat koma.

"Pelaku penganiayaan di salah satu kafe kemarin, tadi meninggal dunia pukul 11.44 Wib," kata Kapolresta Pontianak, Kombes Komarudin kepada sejumlah wartawan.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Komarudin menjelaskan, RD sebelumnya sempat diberi pertolongan pertama pada luka yang dialaminya di RS Yarsi, pascakejadian. Secara kasat mata, sambung dia, ada tiga luka di bagian kepala RD.

"Karena perlu penanganan lebih lanjut, yang bersangkutan kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sempat dirawat di ruang ICU, bertahan semalam. Tadi sudah dinyatakan meninggal," terang dia.

Meski demikian, kata Komarudin, pihaknya masih mendalami kasus penusukan oleh RD yang menyebabkan korbannya tewas. "Kita masih mendalami kasus ini lebih jauh. Kita sudah mengecek CCTV, mengantongi kronologis kejadian. Memang sementara dari CCTV ini, pelaku yang melakukan penyerangan," bebernya.

Ia mengaku, modus dan motif pelaku melakukan penyerangan ini pun belum diketahui. "Yang jelas, sudah ada tujuh saksi yang kita periksa," tuturnya.

Penanggung Jawab ICU RS Anton Soedjarwo, AKP dr Sigit Sutanto menambahkan, pelaku saat tiba di RS memang dalam keadaan tidak sadar atau koma.

"Sempat berhenti jantung. Lalu kita lakukan resusitasi jantung paru (langkah pertolongan medis untuk mengembalikan fungsi napas dan atau sirkulasi darah di dalam tubuh yang terhenti). Lalu jantungnya kembali normal," jelasnya.

Namun, kondisi RD masih koma. Dia kala itu langsung dimasukkan ke ruang ICU.

"Setelah kita konsul ke bedah syaraf, kondisi pasien ini sudah cedera otak berat. Adanya patah di dasar tengkorak. Sudah meluas pendarahannya, sehingga kondisi pasien koma, dan hanya bisa hidup dengan bantuan pernapasan dan obat,” jelasnya.

Sigit mengatakan, penyebab kematian RD adalah adanya kerusakan di dalam otak yang begitu parah. "Kita sudah berikan semua penanganan medis," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, RD pada Rabu kemarin mendatangi Coffee Mama di Jalan 28 Oktober. Saat itu, dia mengamuk sambil membawa sebilah pisau.

Baca Juga: Tusuk Anggota Polisi, Pemalak Ambruk Diterjang Peluru 

Arsyad yang berada di lokasi mencoba menenangkan, namun RD tambah beringas. Dia menyerang Arsyad. Sempat terjadi perlawanan. Asri, adik Arsyad tak terima melihat abangnya diserang.

Asri mencoba melerai. Namun, dia justru terkena tusukan pisau dari RD berkali-kali. Warga yang mengetahui kejadian ini pun langsung menangkap RD dan sesekali menghajarnya.

Asryad dan Asri dilarikan ke RS Yarsi, namun Asri gagal diselamatkan. Dia meninggal dunia dan sudah dimakamkan pada sore hari mencekam itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini