KEMENTERIAN Kesehatan meminta semua pihak terkait menyiapkan langkah antisipatif setelah ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hubei, China, nantinya kembali ke wilayah masing-masing usai proses observasi berakhir dua pekan lagi.
Mengutip dari BBC News Indonesia, Senin (3/2/2020), seorang pejabat Kemenkes menyatakan dia mengkhawatirkan kondisi psikologis lebih dari 240 WNI ketika mereka kembali ke lingkungan sekitar rumahnya setelah mengikuti proses observasi di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, selama 14 hari.
Baca juga: 17.205 Orang Terinfeksi Virus Korona, 361 Meninggal
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan beberapa mahasiswa Indonesia yang sudah dievakuasi mengaku takut ditolak lingkungan sekitar rumah lantaran dianggap sebagai penyebar penyakit.
"Ada lho yang saat perjalanan mengatakan, 'Pak kami gimana setelah ini pulang, kami tidak dianggap sebagai orang yang berpotensi menyebar penyakit?' Ini kan sesuatu yang harus disikapi dengan benar," kata Yurianto kepada Quin Pasaribu untuk BBC News Indonesia, Minggu 2 Februari 2020.
"Mereka bukan setumpuk daging dan tulang yang ada penyakitnya. Mereka manusia yang punya jiwa," ujarnya.
Baca juga: Menkes Terawan: 238 WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Dalam Keadaan Sehat
Oleh karena itulah, dia mengatakan pemerintah pusat dan daerah harus memerhatikan persoalan yang kemungkinan muncul di kemudian hari begitu mereka pulang ke daerah asal.
"Kan enggak salah kalau tetangga salah persepsi, terus dia pulang diusir piye?"
"Jadi bagi saya efek psikologis takut pulang dan tidak diterima lingkungan, itu bisa menimbulkan problem lagi."
Selamat pagi dari Natuna 🌤.
— Kemenkes RI (@KemenkesRI) February 3, 2020
Kamu sudah olahraga? 🏃💦#waspadaviruscorona pic.twitter.com/wyKMJHlt6l