PONTIANAK - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso merawat seorang warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang diduga terjangkit virus korona (suspect). Pasien saat ini dirawat dalam ruang isolasi rumah sakit.
"Warga tersebut dirawat di ruang isolasi RSUD dr Soedarso dengan kriteria pasien dalam pengawasan. Pasien dirawat sejak Minggu, 02 Februari 2020," jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson. MKes, Senin (3/2/2020).
Ia menjelaskan, pasien merupakan warga Kota Pontianak yang baru pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat 31 Januari 2020. Saat itu kondisi pasien dalam keadaan sakit dan langsung dibawa berobat ke Rumah Sakit Mitramedika pada 1 Februari.Setelah itu pasien dirujuk ke RSUD dr Soedarso.
"Karena pasien ini mempunyai gejala demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, dan pneumonia ringan. Pasien mempunyai riwayat pernah melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur dalam 14 hari terakhir," ujar Harisson.

Meski pasien punya gejala mirip virus dari Wuhan, China, Harisson belum dapat memastikan itu positif atau negatif mengidap virus korona. Setidaknya ada empat tahapan dalam menentukan seseorang bisa dikatakan positif atau negatif mengidap virus korona.
Baca juga: Kemenkes Sebut Ada 3 Anak dan 1 Ibu Hamil WNI Karantina di Natuna, Bagaimana Kabarnya?
Pertama, tahap pemantauan gejala batuk, flu, serta pneumoni. Kedua, ketika seseorang memiliki gejala penyakit seperti ditahap satu, ditambah memiliki riwayat perjalan luar negeri terutama dari negara terjangkit. Ketiga, tahap probabel yakni adanya kejanggalan dan harus dilakukan pemeriksaan konfirmasi laboratorium terlebih dulu. Keempat adalah tahap konfirmasi, keputusan akhir apakah seseorang positif atau negatif virus korona.
"Pasien sementara ini masih dalam tahap kedua, yakni pengawasan karena pasien ini memiliki gejala yang sama serta memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri,” ujarnya.
Saat ini, kata Harisson, Dinas Kesehatan Kalbar telah mengambil sampel di tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan di Jakarta.
"Dalam waktu dekat (24 jam) hasil laboratorium akan kita dapatkan apakah positif atau negatif virus korona," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)