nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilot Bersikeras Pesawat Ukraina Ditembak Rudal

Debrinata Rizky, Okezone · Selasa 04 Februari 2020 13:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 04 18 2163116 pilot-bersikeras-pesawat-ukraina-ditembak-rudal-iYRnDOxKlw.jpg Puing pesawat Ukraine Internasional Airlines yang ditembak militer Iran. (Foto/Mehr News/Wikimedia)

IRAN - Iran mengakhiri kerja sama dengan Ukraina dalam penyelidikan pesawat penumpang yang ditembak militer Iran pada Januari 2020, setelah rekaman percakapan pilot dengan petugas menara pengawas dirilis.

Rekaman tersebut disiarkan oleh media Ukraina pada Minggu 1 Januari 2020, yang menayangkan percakapan dalam bahasa Persia antara pilot penerbangan Iran Aseman Airlines dan petugas kontrol lalu lintas udara Bandara Teheran, Iran.

Wall Street Journal melaporkan, seorang pilot terdengar mengatakan bahwa dia melihat cahaya di langit.

"Serangkaian cahaya seperti ... ya, itu adalah rudal, apakah ada sesuatu?" tanya pilot ke pengontrol menara dikutip keterangan Foxnews, Selasa (4/2/2020).

“Tidak, berapa mil? Di mana?” jawab petugas menara sambil bertanya.

Baca juga: Iran Tawarkan Rp1,1 Miliar bagi Keluarga Korban Pesawat Ditembak, Ukraina Tak Puas

Baca juga: Presiden Iran: Pemerintah AS saat Ini yang Terburuk Dalam Sejarah Amerika

Pilot menjawab bahwa ia melihat cahaya di bandara Payam, Karaj dekat tempat rudal anti-pesawat Revolusioner Iran Tor M-1 yang diluncurkan Pasukan Garda Revolusi Iran.

Petugas menara pengawas mengatakan tidak ada yang dilaporkan kepada mereka, tetapi pilot tetap bersikeras.

“Ini adalah cahaya dari rudal,” kata pilot.

"Apakah kamu tidak melihat apa-apa lagi?" tanya sang pengendali.

“Insinyur yang terhormat, itu adalah ledakan. Kami melihat cahaya yang sangat besar di sana, saya tidak tahu apa itu," jawab pilot.

Pada awalnya Iran membantah bertanggung jawab dalam jatuhnya pesawat Penerbangan Ukraine International Airlines 752 pada 8 Januari 2020.

Iran menyebut perilisan rekaman itu "tidak profesional," dan hal tersebut adalah bagian dari laporan rahasia.

Iran kemudian mengakui telah menembak pesawat tersebut, yang menewaskan 176 orang di dalamnya.

Kepala Tim Investigasi Iran, Hassan Rezaeifar mengakui rekaman itu sah dan telah diserahkan kepada pejabat Ukraina.

"Kami tidak akan lagi memberikan dokumen apa pun kepada Ukraina," kata Kepala Tim Investigasi Iran, Hassan Rezaeifar kepada kantor berita Iran, Mehr.

"Tindakan Ukraina ini membuat kita tidak ingin memberi mereka bukti lagi," tambahnya.

Pihak berwenang Ukraina menuntut agar rekaman kontrol lalu lintas udara diterjemahkan, dan Iran menjanjikan hal tersebut tapi lambat dalam menanganinya.

"Rekaman itu memang menunjukkan bahwa pihak Iran sejak awal mengetahui bahwa pesawat kami ditembak jatuh oleh rudal, mereka mengetahui hal ini pada saat penembakan," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski, menambahkan agar Iran membawa kotak hitam pesawat ke Kiev, ibu kota Ukraina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini