BAUBAU – La Udu (55), warga Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah 10 tahun tinggal dalam goa berukuran kecil. Kakek sebatang kara itu terpaksa tinggal di goa lantaran tidak punya rumah.
Di goa kecil dan berukuran sempit itu, La Udu menghabiskan sisa hidupnya. Dia tidur di sela-sela batu besar yang sempit hanya cukup untuk ukuran tubuh kakek tersebut.
Untuk bisa bertahan hidup, La Udu hanya makan tumbuhan liar di sekitar tempat tinggalnya, seperti dedaunan, daun pisang, atau beberapa tanaman umbi-umbian.
Sedangkan untuk minum, La Udu mengambil air yang muncul di sela-sela batu tidak jauh dari goa itu dan terkadang dirinya juga pergi di perkampungan.
Karena tinggal di goa yang berada di bawa tebing pinggir pantai, kakek tua ini sering memancing ikan di laut. Hasil dari ikan tersebut di gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau tangkapan ikan lagi banyak ya saya jual ke warga untuk ditukar beras,” kata La Udu melansir iNews.id.
Keberadaan kakek yang tinggal di dalam goa ini baru diketahui beberapa bulan terakhir, bahkan warga juga pernah mengira dia sudah meninggal dunia. Sebelum tinggal di dalam goa, La Udu mengaku pernah tinggal di gunung. Namun 10 tahun lalu, dia memilih turun gunung dan menjadikan goa di pinggir laut sebagai tempat tinggalnya.
Dia pun mengaku tidak takut dengan ancaman binatang buas maupun berbisa selama tinggal di goa tersebut. "Sudah biasa. Tidak takut," ucapnya.
La Udu mengaku sangat memimpikan bisa memiliki rumah meski berukuran kecil untuk bertempat tinggal. "Ya, kepengen punya rumah sendiri," ucapnya.