Cerita Sukmawati Tentang Bung Karno yang Jatuh Cinta dengan Fatmawati

Demon Fajri, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 340 2163761 cerita-sukmawati-tentang-bung-karno-yang-jatuh-cinta-dengan-fatmawati-o7jc5XDUm9.jpeg Sukmawati Soekarnoputri (foto: Okezone.com.com/Demon)

BENGKULU - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), meresmikan monumen Ibu Agung Fatmawati, di simpang lima Ratu Samban, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban Kota, Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Rabu (5/2/2020).

Pada kesempatan itu, anak keempat dari Presiden Soekarno dan Fatmawati, Sukmawati Soekarnoputri, bercerita awal mula pertemuan ayahnya dengan perempuan cantik, bernama Fatmawati.

Pertemuan dengan sosok perempuan kelahiran, Bengkulu, 5 Februari 1923 ini ketika ayahnya, Bung Karno, diasingkan di Bengkulu. Tepatnya, di rumah pengasingan Bung Karno, pada tahun 1938 - 1942.

 Baca juga: Resmikan Monumen Fatmawati, Presiden Jokowi Mengaku Kangen Bengkulu

Saat itu, ayah Fatmawati, Hasan Din adalah tokoh Muhammadiyah. Sejak mengenal Fatmawati, Soekarno jatuh cinta, dan secara diam-diam Soekarno meminang perempuan kelahiran Bengkulu ini.

''Ayah saya jatuh cinta dengan Fatmawati. Secara diam-diam, meminangnya,'' cerita Sukmawati, saat menghadiri peresmian monumen Ibu Agung Fatmawati, di simpang lima Ratu Samban, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Rabu (4/2/2020).

Pada masa itu, cerita Sukmawati, setelah Belanda pergi meninggalkan Bengkulu, Jepang masuk ke Indonesia. Saat itu, Soekarno dicari pemerintah Jepang. Sehingga Soekarno musti meninggalkan Bengkulu untuk ke Jakarta.

 Baca juga: Jokowi Kunjungi Rumah Fatmawati, Tempat Sang Saka Merah Putih Dijahit

Lantaran, sangat hormat dengan Soekarno, kata Sukmawati, ayah Fatmawati, Hasan Din, dititip pesan oleh Soekarno, agar Fatmawati tidak diberikan sama laki-laki lain. Sebab, Fatmawati adalah jodohnya.

''Hasan Din tidak berani menerima lamaran dari orang lain,'' cerita Sukmawati.

Menjelang proklamasi Kemerdekaan RI, kata Sukmawati, Bung Karno memberikan tugas suci dan mulia kepada Fatmawati. Di mana Bung Karno meminta kepada Jepang, kain merah dan putih.

Sebelumnya, kata Sukmawati, lagu kebangsaan Indonesia Raya, telah diciptakan oleh Wage Rudolf (WR) Soepratman.

''Saya (Bung Karno) mau kain merah dan putih, maka Ibu Fatmawati menjahit bendera merah putih, untuk dikibarkan pada 17 Agustus 1945, diiringi dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya,'' cerita Sukmawati.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini