nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Buang Air di Depan Rumah Warga, Kelakuan Sopir Taksi Online Sydney Dikecam

Kamis 06 Februari 2020 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 06 18 2164494 sering-buang-air-di-depan-rumah-warga-kelakuan-sopir-taksi-online-sydney-dikecam-ZQgTUMMmbW.jpg Ilustrasi.

SYDNEY - Warga Sydney yang tinggal dekat bandar udara telah mengecam para sopir taksi online yang sehari-hari mangkal menunggu penumpang. Mereka mengatakan para sopir itu telah meresahkan warga sekitar karena menjadikan pekarangan rumah penduduk seperti WC umum.

Kecaman ini disampaikan warga yang bermukim di kawasan Wolli Creek, yang melihat para sopir taksi online buang air kecil di depan rumah mereka, selain juga di sudut-sudut gedung dan di jalanan.

Maria, salah satu warga yang sudah bermukim di daerah itu selama enam tahun, mengatakan sudah tidak tahan lagi menghadapi ulah para supir tersebut.

"Parkir ganda, mengebut di jalan, mengintimidasi, berteriak dan membunyikan klakson jam 4 pagi, sekarang aksi menjijikkan dengan buang air kecil di depan umum," kata Maria sebagaimana dilansir ABC, Kamis (6/2/2020).

"Kami mempertimbangkan untuk pindah dari sini. Ini konyol."

Pedoman online dari salah satu perusahaan 'berbagi tumpangan' memang menyarankan para pengemudinya untuk menunggu panggilan penumpang dari bandara di beberapa jalan, seperti Innesdale Road, Gertrude Street, dan Robert Lane atau Levey Street.

"Beberapa malam yang lalu saya melihat seorang pria yang menyender ke tembok sambil buang air kecil, kemudian partner saya berteriak menegurnya, 'hei, itu bukan toilet'," kata Maria.

"Tapi pria itu dengan tenangnya menyelesaikan buang air kecil dan kembali ke mobil menunggu penumpang."

Kepada ABC, salah satu pengemudi taksi online mengatakan salah satu alasannya menghindari jalan-jalan di Wolli Creek adalah karena "kepadatan lalu lintas dan perilaku pengemudi yang buruk".

Seorang warganya lainnya, perempuan yang bekerja di salah satu tempat usaha, mengatakan ia dan para pekerja serta pelanggan lainnya sering berseteru dengan sopir-sopir taksi online.

Menurutnya situasinya mulai memanas tiga bulan terakhir, setelah "para karyawan dan pelanggan perempuan merasa tidak aman, terutama di malam hari".

"Tempat parkir kami berbau urine dan tinja," katanya.

"Ini mempengaruhi bisnis (dan) orang-orang memilih untuk pergi ke tempat lain."

Juru bicara Bayside Council mengatakan, ada patroli yang mengawasi area tersebut secara berkala dan seharusnya warga melaporkan perilaku yang bertentangan dengan normal sosial tersebut ke polisi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini