Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Bullying di Malang, Khofifah Minta Guru Aktifkan Pengawasan dan Konseling Siswa

Syaiful Islam , Jurnalis-Kamis, 06 Februari 2020 |08:45 WIB
Kasus <i>Bullying</i> di Malang, Khofifah Minta Guru Aktifkan Pengawasan dan Konseling Siswa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)
A
A
A

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pada seluruh guru agar tidak lengah dalam mengawasi siswanya di sekolah. Imbauan itu dikeluarkan menyusul kasus dugaan perundungan atau bullying yang dialami MS (12) siswa SMPN di Malang hingga jarinya diamputasi.

Guru kelas, guru mata pelajaran, bukan hanya bertanggung jawab pada prestasi akademik siswa,tapi guru juga ikut memiliki tanggung jawab pada perilaku dan interaksi antarsiswa di sekolah, termasuk pergaulan mereka.

"Jika ada indikasi yang menyimpang, termasuk ada indikasi perundungan, diharapkan guru bisa gerak cepat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai kejadian perundungan baru diketahui dan dihentikan ketika sudah ada jatuh korban," tutur Khofifah, Kamis (6/2/2020).

Tidak hanya itu, sambung Khofifah, juga menekankan pentingnya fungsi konseling di sekolah. Menurutnya konseling fungsinya sangat penting untuk mengomunikasikan masalah-masalah yang terjadi pada siswa di sekolah.

Siswa SMP di Malang, Jawa Timur menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami bullying. (Foto : Ist)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement