nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banjir Landa Cirebon, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 15:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 06 525 2164392 banjir-landa-cirebon-ratusan-warga-terpaksa-mengungsi-mKDxrJV8Wa.JPG Banjir rendam sejumlah desa di Cirebon, Jawa Barat (Foto: Okezone.com/Fathnur Rohman)

CIREBON - Sebanyak 325 warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat harus mengungsi ke tempat pengungsian, setelah rumah mereka terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam.

Berdasarkan pantauan Okezone di salah satu lokasi pengungsian, yakni di Masjid Baitul Muslimin, pada Kamis (6/2/2020) pagi, terdapat puluhan warga yang masih bertahan. Sedangkan, sebagian warga lainnya mulai kembali ke rumah masing-masing karena ketinggian air mulai berkurang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra menyampaikan, pihaknya berhasil mengevakuasi sekitar 760 warga di Desa Bojong Kulon ketika banjir pertama kali terjadi. Menurut Dadang, banjir ini disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Wuangan Ayam yang tidak bisa menahan debit air.

"Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Wuangan Ayam. Tanggulnya jebol setelah hujan deras sejak kemarin sore. Semalam kita mengevakuasi 760 warga," ucap Dadang kepada Okezone, Kamis (6/2/2020).

Dijelaskan Dadang, dirinya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Hal ini dilakukan guna mencari solusi kongkret untuk mengatasi banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

Menurut Dadang, apabila banjir kembali terjadi, maka warga bisa langsung mengungsi ke tempat yang saat ini menjadi lokasi pengungsian. Diakui Dadang, jika diperlukan pihaknya akan mendirikan tenda-tenda pengungsian.

Warga Cirebon mengungsi akibat banjir/Foto: Fathnur Rohman

Sementara itu, salah satu pengungsi, Rukoyah (55) mengungkapkan, sejumlah benda bergarga miliknya hanyut terbawa air. Bahkan benda-benda elektronik miliknya ada yang rusak.

Rukoyah berujar bahwa sungai Wuangan Ayam mulai meluap sejak Rabu kemarin sekira pukul 18.00 WIB. Dia menyebut, ketinggian air yang merendam rumahnya mencapai 1,5 meter. Rukoyah berharap agar banjir segera surut, sehingga ia bisa kembali ke rumahnya.

"Saya masih khawatir kalau hujan deras. Takut banjir lagi. Soalnya airnya tinggi, " tutur Rukoyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam. Ketinggian air sendiri berkisar antara 1 meter hingga 1,5 meter.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini