nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Tertinggi Iran Prediksi Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump Akan Mati

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 07 18 2164961 pemimpin-tertinggi-iran-prediksi-rencana-perdamaian-timur-tengah-trump-akan-mati-FgZoFPTGam.jpg Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto/Khamenei.irWikimedia)

TEHERAN - Pemimpin tertinggi Iran memperkirakan bahwa rencana perdamaian Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, yang dimaksudkan untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, akan mati.

"Rencana ini akan mati sebelum kematian Trump," kata Ayatollah Ali Khamenei menyitir Fox News, Jumat (7/2/2020).

Dia juga mengatakan Iran akan terus mendukung kelompok-kelompok bersenjata Palestina sebanyak mungkin, serta percaya bahwa organisasi-organisasi itu akan menolak rencana yang disebut dengan “Kesepatakan Abad Ini”.

Baca juga: Tolak Rencana Trump, Presiden Palestina: Seribu Kata Tidak untuk "Kesepakatan Abad ini"

Baca juga: Uni Eropa Tolak Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak rencana itu, dan menyebutnya sebagai omong kosong. Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjami Netanyahu menyebutnya terobosan bersejarah yang sama pentingnya dengan deklarasi kemerdekaan negara itu pada tahun 1948.

Foto/Wikimedia Commons

Rencana perdamaian Timur Tengah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang telah lama diantisipasi diluncurkan pada Selasa, 28 Januari 2020.

Rencana yang sering disebut sebagai “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century) diklaim akan menguntungkan Israel dan Palestina, dan menyelesaikan sengketa antara kedua belah pihak yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Dalam rencana perdamaiannya, Trump menggambarkan pembagian wilayah di mana negara Palestina dan Israel akan berdiri.

Disebutkan bahwa AS akan mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang direncanakan dalam Kesepakatan Abad Ini sebagai bagian dari Israel. Wilayah-wilayah itu adalah kompromi teritorial yang bersedia diberikan oleh Israel.

Dalam peta konseptual yang diunggah Trump di akun Twitternya, negara Palestina akan memiliki dua kali lipat luas wilayahnya saat ini dengan Ibu Kota di timur Yerusalem, di mana AS akan membuka kedutaannya.

Di sisi lain, Trump berjanji untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, sesuatu yang tidak dapat diterima oleh pihak Palestina.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini