Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berawal dari Korban Perselingkuhan, Ini 10 Fakta Pengobatan ala Ningsih Tinampi

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 07 Februari 2020 |22:14 WIB
Berawal dari Korban Perselingkuhan, Ini 10 Fakta Pengobatan ala Ningsih Tinampi
Pengobatan ala Ningsih (Foto: Okezone/Avirista)
A
A
A

PASURUAN - Ningsih Tinampi, menjadi perhatian publik melalui pengobatan alternatifnya yang disebut-sebut mengundang sejumlah makhluk tak kasat mata. Aksinya gempar setelah menangani pasiennya direkam pada video dan diunggah melalui akun Youtube.

Selain itu terdapat sederet fakta menarik yang dirangkum Okezone, dari perempuan yang membuka prakteknya di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

1. Berawal dari Kondisi Suaminya

Sebelum terkenal mengobati pasien dengan metode pengobatan alternatif, Ningsih Tinampi terlebih dahulu menjadi korban ‘guna–guna’ yang dialami sang suami.

“Semuanya berawal dari suamiku. Dia punya selingkuhan. Bahkan saya pernah mau dibunuh beberapa kali. Terus tidak menghiraukan anak sama sekali,” ungkap Ningsih.

Melihat kondisi suaminya inilah yang membuat Ningsih mencari jalan keluar dengan mendatangi sejumpah dukun, guna mengobati suaminya.

“Aku kondisinya galau banget, sedih banget. Ya begitulah, setiap hari pergi ke dukun, satu hari bisa empat kali, enam kali, itu setiap hari. Pokok aku cari cara gimana suamiku sembuh,” ujarnya.

Ningsih

Baca Juga: Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi Disidak Dinkes Jatim, Apa Hasilnya?

2. Temukan Obat Melalui Surat Fatihah

Setelah berkali–kali mengunjungi dukun, Ningsih akhirnya menemukan obat kepada suaminya di seseorang yang tepat. Orang tersebut merupakan tetangga kampungnya dan memberikan resep pengobatan pada Surat Fatihah yang menjadi awal surat dari Alquran.

“Ketemu sama orangtua, tetangga kampung, dia bilang ‘jangan diobati suamimu karena ada salah satu ilmu yang sampeyan (kamu) punya semenjak sampeyan ada di kandungan. Suatu hari orang tua itu bilang, ilmu itu sudah masuk ke badanmu. Itu ilmu murni milikmu, berupa Al Fatihah, ilmu Al Fatihah dari Allah, ilmu putih berupa perempuan cantik yang masuk ke badan,” terangnya.

Meski sempat bingung pada awalnya, Ningsing pun akhirnya mengamalkan ilmu tersebut untuk mengobati orang lain, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi.

“Semua itu atas izin Allah, ada tetangga dusun yang sakit parah bahkan sampai nggak bisa gerak, hanya di atas kasur. Saya bacakan Al Fatihah, langsung bisa duduk. Keluarganya sempat nggak percaya, saya suruh jalan, ternyata sembuh. Dia itu kena santet,” beber Ningsih.

3. Unggah Video di Youtube

Tidak seperti pengobatan alternatif lainnya, Ningsih Tinampi merekam aksinya mengobati pasien – pasiennya. Melalui akun Ningsih Tinampi, Ningsih pertama kali mengunggah video pertamanya pada 10 Agustus 2018 di Youtube.

Video dengan judul ‘ANEH...ADA RASA GANJAL DIKAKI, PENGOB ALTER BUK NING PANDAAN’ disaksikan oleh 3.875 kali hingga kini. Video inilah yang menjadi awal mula Ningsih viral.

Menurut Ningsih, ia menggunggah video ke youtube supaya tidak hilang. Dirinya pun mengaku menggunakan youtube sejak pertama kali melakukan pengobatan alternatif.

“Takut kalau videonya hilang. Makanya aku masukkan ke youtube. Nggak niat apa – apa,” tutur Ningsih.

Tak jarang dari sejumlah video yang diabadikan timnya, harus melalui proses edit dengan menyensor sejumlah bagian, lantaran ada sejumlah bagian tubuh yang terbuka.

“Sering kali disensor. Ada orang – orang tidak pakai baju,” imbuhnya.

Tak hanya video terkait proses pengobatannya saja, Ningsih juga menggunggah video di luar pengobatannya. Salah satunya saat Ningsih, tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci dan kegiatan karnaval 17 Agustusan.

Saat ini sendiri akun youtube Ningsih Tinampi, telah mempunyai 2,32 juta subcriber dengan 2,5 ribu video yang diunggah.

Ningsih

4. Pasien Ningsi Antri hingga 2021

Semenjak viral dengan pengobatan alternatifnya, setidaknya ada 150 orang pasien setiap harinya yang datang ke kediaman Ningsih Tinampi di Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Bahkan karena terlalu banyaknya pasien, sejumlah pasien harus masuk ‘waiting list’ alias daftar tunggu yang tak sebentar.

Tercatat dari 2019 lalu, daftar antrian pasien bahkan sampai tahun 2021.

“Untuk saat ini, pasien yang sudah terdaftar mencapai 23 ribu hingga tahun 2021,” jawab Imam Larsono, Asisten Ningsih Tinampi.

Banyaknya pasien yang hadir membuat Ningsih menutup pendaftaran bagi pasien baru sejak 4 Oktober 2019 lalu. Pendaftaran baru dibuka sejak 31 Maret 2020.

5. Tarif Ningsih dari Rp 300 ribu hingga Jutaan Rupiah

Menurut Asisten Ningsih Tinampi, Imam Larsono, Ningsih membuka dua cara pendaftaran pasiennya, reguler dan khusus.

“Kalau untuk jalur reguler mulai Rp300 ribu pendaftrannya dan gratis untuk orang yang tidak mampu. Kalau untuk jalur khusus, mulai Rp1,5 juta. Jalur khusus setiap hari 60 pasien, jalur reguler ada 150 pasien,” papar Imam.

Selain dua tarif ditawarkan Ningsih, ada satu tarif lagi yang banyak diminati oleh kalangan kaya, yakni lepas pocong. Sekali berobat tarif ini bisa dipatok Rp5,5 juta.

“Yang paling mahal lepas tali pocong, paling mahal Rp5.550.000,” tambahnya.

6. Kembangkan Perekonomian Masyarakat Sekitar

Ramainya pasien yang berobat ke rumah Ningsih Tinampi, dimanfaatkan sejumlah masyarakat sekitar kediaman Ningsih untuk membuat usaha lainnya.

Sejumlah usaha mulai berdagang makanan, pakaian, hingga menyediakan homestay dibuat oleh masyarakat sekitar.

Sejumlah pasien yang datang dari luar Pasuruan, bahkan luar Pulau Jawa, membuat ‘bisnis’ homestay atau penginapan ramai. Sambil menunggu antrian diobati, pasien dan keluarganya menginap di homestay tersebut.

7. Mengaku Bisa Datangkan Malaikat, Nabi, hingga Dajjal

Sejumlah video yang diunggah Ningsih Tinampi cukup menuai kontroversi, di video saat mengobati seorang mahasiswa misalnya. Pasien tersebut kerasukan makhluk gaib yang mengaku sebagai anak buah dajjal.

Di lain waktu video Ningsih yang mengaku bisa memanggil nabi dan malaikat, hal ini membuat Ningsih sempat dikecam oleh sejumlah masyarakat.

Alhasil Ningsih pun sempat memberikan klarifikasi video yang terlanjur diunggah di akun youtube miliknya. Menurut Ningsih, apa yang terjadi di video tersebut karena dirinya sering menangani pasien – pasien yang mendapatkan gangguan makhluk gaib.

“Saya minta maaf itu karena kecerobohan dan kebodohan saya. Saya mohon maaf sebesar – besarnya untuk seluruh warga Indonesia. Memang terlalu banyak makan demit (setan),” lanjutnya.

8. Dapat Perhatian dari Gubernur Jatim

Kian ramainya pasien yang berdatangan ke pengobatan alternatif, membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun buka suara. Khofifah bahkan telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) memantau pengobatan guna memastikan pengobatan tidak destruktif.

“Sejauh info yang sampai ke saya, tidak ada sesuatu yang menjadikan destruktif. Jadi kalau misalkan ada zat-zat kimia tertentu pasien ditidurkan, dikasih air, bagaimana memastikan airnya tetap air yang sehat,” tutur Khofifah Indar Parawansa.

Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini juga mengaku telah berkoordinasi dengan Universitas Airlangga (Unair) yang memiliki program studi pengobatan tradisional dan RSUD dr. Soetomo terkait aktivitas Ningsih.

Ningsih

9. Disidak oleh Dinkes Jatim atas Perintah Gubernur

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Sidak ini merupakan perintah dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Ada semacam pembinaan dari provinsi karena diperintahkan Gubernur terkait aktivitasnya (Ningsih)," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinjes Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko.

Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Timur Dian Islam menyebut bahwa pengobatan yang dilakukan Ningsih Tinampi sebagai sesuatu yang di luar medis. Namun pihaknya enggan menyebut apakah pengobatan yang dilakukan Ningsih sesuai standar atau tidak.

"Kita tidak bisa, itu metode beliau. Bukan rani kami. Kalau kami melihat faskes (Fasilitas Kesehatan), barulah kami bisa mengatakan ini tidak sesuai SOP atau sesuai. Kalau ini di luar medis, mohon maaf. Belum bisa kami sampaikan," ucap Dian Islami. 

10. Pemerintah Bina Ningsih Tinampi

Meski apa yang dilakukan Ningsih pengobatan dan terbukti hasilnya, namun pihak Dinkes Jawa Timur menjelaskan apa yang dilakukan Ningsih berbeda dengan metode medis, sehingga pasiennya bukan kategori pasien medis.

Pihaknya hanya meminta Ningsih, untuk me-manage setiap pasien yang mengantri supaya tidak menimbulkan penyakitan baru atau kesakitan baru bagi pasien.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan, Sujarwo menyatakan kunjungan lintas instansi mulai dari Dinkes provinsi dan kabupaten, kepolisian, TNI, hingga IDI ke kediaman Ningsih untuk memberikan pembinaan dengan memberikan masukan.

“Jadi bukan sesuatu yang aneh. Ini kami hanya kunjungan untuk memberikan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi. Kalau teknisnya, dari Dinkes Jatim saja yang menjelaskan,” tukasnya.

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement