Meski sulit, Yao mengatakan belum ada staf rumah sakit yang tertular virus. Ia dan koleganya juga dibanjiri pesan-pesan berisi dukungan dari warga. Warga juga kerap mengirimi mereka kebutuhan sehari-hari dan makanan.
"Aku merasa meskipun mereka dikarantina di rumah, virus ini menyatukan hati kami semua," katanya.
Menurut Yao, respons pemerintah China "lumayan cepat", dan tidak ada negara lain yang bereaksi lebih baik dari ini.
"Di Barat, orang bicara banyak soal kebebasan dan hak asasi manusia, tapi saat ini di China, kita bicara tentang hidup dan mati," kata Yao.
"Kami membicarakan soal apakah kami bisa melihat matahari terbit besok pagi. Jadi semua yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan pemerintah dan mendukung petugas kesehatan."
(Qur'anul Hidayat)