Sementara itu, berdasarkan keterangan Kanit Bimas Polsek Bekasi, AKP Puji Astuti, peristiwa itu terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan di Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Belum diketahui persis waktu peristiwa itu terjadi.
"Betul itu kejadiannya di SMK Bistek (Bisnis dan Teknologi) Cikunir," kata Puji.
Pria yang diduga sedang di bully itu berinisial MA. Dia mengambil studi Teknik Otomotif. Saat itu sedang dilakukan giat praktik mekanik.
Sang guru, sebut Puji, sedang mengadakan kuis. Peraturannya, kelompok yang tidak dapat menjawab kuis akan dikenai hukuman. Ketika itu, guru memberikan hukuman yang sangat akrab dengan para mekanik, yakni memegang kabel pengapian.
"Anak-anak ini akan jadi mekanik ya, biar nanti terbiasa kesetrum, cipratan oli, kena las percikan api," kata Puji.
Setruman kabel pengapian motor itu, dipastikan Puji tidaklah fatal. Puji menyebut aksi pemuda lain yang menjambak dan menoyor kepala MA itu sebagai sebuah candaan antar teman.
"Itu kan candaan ya, itu ending-nya bercandaan ya. Dia (korban) nggak ngerasa dibully," kata Puji.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.