nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Saksi Penembakan Massal di Thailand yang Menewaskan 29 Orang

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 10 Februari 2020 14:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 10 18 2166118 cerita-saksi-penembakan-massal-di-thailand-yang-menewaskan-29-orang-bbXPQrDyWr.jpg Penembakan di mal Terminal 21, Thailand menewaskan 29 orang. (Foto/Twitter)

NAKHON RATCHASIMA – Sejumlah saksi mata penembakan massal di Kota Nakhon Ratchasima, Thailand, menceritakan bahwa mereka bersembunyi di toilet dan mencari informasi melalui ponsel.

Jakraphanth Thomma, seorang tentara berusia 32 tahun menembak secara membabi buta di kawasan mal Terminal 21 pada Sabtu 8 Februari 2020, hingga menewaskan 29 tahun. Ia ditembak mati 16 jam kemudian oleh pasukan keamanan Thailand.

Salah seorang saksi saat kejadian, mengutip BBC, Senin (10/2/2020), Nattaya Nganiem menceritakan bahwa ia meninggalkan mal dengan mobil saat mendengar suara tembakan. Ia melihat seorang wanita berlari keluar dari mal dengan histeris.

Nattaya melihat seorang pengendara sepeda motor melempar sepeda motornya dan berlari.

Baca juga: Tewaskan 29 Orang, Penembakan Massal Thailand Dipicu Masalah Kesepakatan Rumah

Diaw, saksi lainnya yang melihat pelaku membawa senjata mengatakan kepada Amarin TV bahwa penyerang menargertkan kepala korban. “Dan tembakannya sangat tepat,” ujar Diaw, yang satu rekannya tewas dalam peristiwa ini.

Di lantai empat, Chanathip Somsakul (33), bersembunyi di toilet wanita bersama warga lainnya. Mereka menggunakan pintu bilik toilet untuk menutup pintu masuk.

Mereka menggunakan perangkat seluler untuk mencari informasi. Tetapi dia mengatakan ada begitu banyak informasi, dan tidak jelas mana yang harus dipercaya.

"Semua orang ketakutan. Seorang teman yang bekerja di mal berbicara dengan seorang pria di ruang kendali CCTV ... dia memberi kami informasi terbaru tentang lokasi pria bersenjata itu," katanya kepada kantor berita AFP.

Ketika polisi tiba sekitar pukul 21.00, mereka pergi dengan tertib, tetapi mulai berlari ketika tembakan terdengar.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan penembak melakukan serangan massal termotivasi oleh pertikaian tanah.

Sebanyak 57 orang lainnya terluka dalam insiden. "Jumlah korban sebanyak itu belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand", kata PM Prayuth Chan-ocha.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini