nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakar Epidemi China Sebut Wabah Virus Korona Mungkin Berakhir pada April

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 11 Februari 2020 19:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 11 18 2166920 pakar-epidemi-sebut-wabah-virus-korona-mungkin-berakhir-pada-april-8iPRM9Rfx9.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GUANGZHOU - Wabah virus korona yang tengah mencapai puncaknya bulan ini kemungkinan akan berakhir pada April 2020. Hal itu diungkapkan penasihat medis senior pemerintah China pada Selasa, 11 Februari 2020.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, ahli epidemiologi senior China, Zhong Nanshan, mengungkapkan optimismenya bahwa wabah baru kali ini akan segera melambat, dengan jumlah kasus yang makin menurun di beberapa tempat.

BACA JUGA: Ilmuan di London Duga Virus Korona Telah Menginfeksi 500 Ribu Warga Wuhan

Pakar berusia 83 tahun yang mendapatkan pengakuan setelah memerangi wabah SARS pada 2003 itu terlihat meneteskan air mata untuk Dokter Li Wenliang yang meninggal pekan lalu.

Dokter Li merupakan orang pertama yang memperingatkan akan bahaya virus korona yang dikenal sebagai 2019-nCoV itu, bahkan sempat mendapatkan peringatan dari otoritas karena dianggap menyebarkan berita palsu.

Zhong mengatakan, puncak dari wabah diperkirakan akan datang pada pertengahan atau akhir Februari, diikuti oleh grafik stabil, kemudian penurunan dalam jumlah kasus. Dia mendasarkan perkiraannya pada pemodelan matematika, peristiwa yang terjadi baru-baru ini dan tindakan pemerintah.

"Saya berharap wabah ini atau peristiwa ini bisa berakhir pada bulan April," katanya di sebuah rumah sakit yang dikelola oleh Universitas Kedokteran Guangzhou, Selasa (11/2/2020).

Hingga saat ini virus korona baru telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang dan menewaskan sedikitnya 1.000 pasien.

"Kami tidak tahu mengapa itu sangat menular, jadi itu masalah besar," tambah Zhong, yang membantu mengidentifikasi kekurangan dalam sistem tanggap darurat China selama krisis SARS 2002-03.

BACA JUGA: WHO Akhirnya Akui Indonesia Punya Kompetensi Mendeteksi Virus Korona Wuhan

Dia mengatakan ada pengurangan bertahap dalam kasus-kasus baru di Provinsi Guangdong selatan di mana dia berada, dan juga di Zhejiang dan di tempat lain.

"Jadi itu kabar baik bagi kita," ujarnya.

Zhong juga mengapresiasi pemerintah China karena telah mengambil langkah-langkah dengan menyegel daerah yang terinfeksi dan membatasi rute transmisi, mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

“Pemerintah daerah, otoritas kesehatan setempat harus memiliki tanggung jawab atas hal ini," katanya. "Pekerjaan mereka tidak dilakukan dengan baik."

Dia juga menyayangkan tindakan keras aparat terhadap Dokter Li, dan menyatakan bangga terhadap petugas medis muda itu.

"Mayoritas orang mengira dia adalah pahlawan China," kata Zhong, sambil menyeka air mata. "Aku bangga padanya, dia sudah mengatakan yang sebenarnya, pada akhir Desember, dan kemudian dia meninggal."

Zhong mengatakan bahwa ada ratusan dokter yang berada di belakang Dokter Li, dan sekarang didorong oleh pemerintah untuk maju dan berbicara.

Dia juga mengungkapkan bahwa kesediaan pemerintah China untuk berbagi informasi mengenai virus korona baru ini, jauh lebih baik dibandingkan ketika SARS mewabah pada 2003.

"Jika kita memiliki kerja sama dan koordinasi yang lebih baik, kita dapat menemukannya lebih awal dan mencari tahu penularan dari manusia ke manusia sebelumnya," katanya, seraya menambahkan bahwa wabah itu tidak akan begitu serius jika sistem seperti itu ada.

Dia menekankan bahwa kerja sama global dan tak terpengaruh politik sangat penting.

"Saya pikir mungkin kita harus lebih dekat, maksud saya khususnya kolega dan ilmuwan kita, dan memiliki lebih banyak kerja sama," katanya. "Kami hanya berurusan dengan penyakit - tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini