Frustasi, Wanita Rusia Kabur dari Fasilitas Karantina Virus Korona

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 14 Februari 2020 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 14 18 2168476 frustasi-wanita-rusia-kabur-dari-fasilitas-karantina-virus-korona-tJcLLG5JB4.jpg Alla Ilyina merupakan warga Rusia yang baru pulang dari China. (Foto/Instagram Allasand/BBC)

ST PETERSBURG - Seorang wanita Rusia kabur dari fasilitas khusus virus korona Covid-19 dan menolak petugas keamanan yang memaksanya untuk kembali ke rumah sakit.

Menyitir BBC, Jumat (14/2/2020) Alla Ilyina (32) saat ini berada di apartemennya di kota St Petersburg. Ia menolak membuka pintu kepada polisi yang telah menunggunya.

Ilyina, yang kembali dari China pada bulan lalu, dinyatakan negatif Covid-19 pada 6 Februari tetapi harus menjalani karantina selama dua minggu.

Namun karena frustrasi, dia melarikan diri dari fasilitas karantina tersebut.

Dalam Instagram-nya, Ilyina mengatakan dia sakit tenggorokan setelah kembali dari Hainan, China, pada 30 Januari.

Kemudian pada 6 Februari, dia memutuskan untuk memanggil ambulans dan dimasukkan ke rumah sakit penyakit menular klinis Botkin.

Tes menunjukkan dia tidak terjangkit virus Covid-19, tetapi pada hari berikutnya, sebagai tindakan pencegahan, dia diperintahkan untuk tinggal di rumah sakit selama dua minggu, sebagai prosedur dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai periode inkubasi virus Covid-19.

"Ketiga tes itu menunjukkan aku benar-benar sehat, jadi kenapa harus dikarantina?" tulis Ilyina.

Baca juga: Virus Korona, Maskapai Penerbangan Belanda Minta Maaf Atas Pengumuman 'Rasis'

Kemudian pada hari itu, katanya, dia merusak gelang elektronik dan melarikan diri dari rumah sakit. Dia bahkan menggambar peta bangunan untuk merencanakan rute pelariannya.

Ilyina mengatakan pemerintah kota tidak melakukan tindakan pencegahan selama hampir seminggu.

Tetapi sekarang mereka mencari perintah pengadilan memaksanya rumah sakit untuk menjalani karantina.

Rusia melaporkan dua kasus terkait virus Covid-19, keduanya adalah warga negara China, dan salah satu dari mereka dinyatakan pulih dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Pihak berwenang Rusia juga membawa pulang 144 warganya dari China, dan saat ini sedang dikarantina di fasilitas berpagar di Siberia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini