4 Kartu Kredit Dibobol, Pengusaha Rugi Rp134 Juta

Bramantyo, Okezone · Minggu 16 Februari 2020 22:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 16 512 2169402 4-kartu-kredit-dibobol-pengusaha-rugi-rp134-juta-tAmSrCH0Bh.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SOLO - Kartu kredit milik seorang pengusaha berinisial LHT (40) dibobol oleh seseorang yang hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya.

Terungkapnya pembobolan kartu kredit warga Colomadu, Karanganyar, itu ketika pihak bank mengirimkan rekening koran bukti transaksi melalui email korban sebesar Rp134 juta. Kasus tersebut dilaporkan LHT ke Polda Jawa Tengah.

Pengacara korban, Kusumo Putro membenarkan bila pihaknya secara resmi telah melaporkan kasus pembobolan kartu kredit milik kliennya.

"Empat kartu kredit milik klien kami yang dibobol oleh seseorang yang tak tahu siapa pelakunya, itu terbitan dari BCA dan BNI. Di mana modusnya melakukan transaksi pembelian secara online di beberapa toko online tanpa sepengetahuan pemilik rekening (LHT)," ujar Kusumo pada Okezone, Minggu (16/2/2020).

Selain resmi melaporkan pembobolan kartu kredit ke Polda, pihaknya juga telah melayangkan surat pada kedua bank yang mengeluarkan empat kartu kredit tersebut. Termasuk pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini dilakukan agar kedua bank yang mengeluarkan kartu kredit pada kliennya itu untuk segera melakukan pemblokiran kartu, dan juga melakukan penutupan tagihan serta transaksi hingga kasus pembobolan kartu kredit ini tuntas. Dia juga meminta pada pihak bank agar mengembalikan limit kliennya seperti sebelum kartu kredit itu dibobol.

"Karena apa yang terjadi itu bukan dilakukan oleh klien kami. Justru klien kami yang menjadi korban," kata Kusumo.

Pada pihak Otoritas Jasa Keuangan, Kusumo telah mengajukan empat poin, pertama agar OJK segera melakukan fungsi pengawasan terhadap kasus pembobolan kartu kredit.

Kedua, segera melakukan penyelidikan kepada kedua bank tersebut atas kasus yang dialami oleh kliennya. Ketiga, meminta kedua bank untuk melakukan investigasi agar permasalahan ini segera diselesaikan.

Baca Juga : Viral Tol Cipularang Terancam Putus Pasca-Longsor, Jasa Marga: Informasi Itu Tidak Benar

Terakhir, ia juga meminta OJK untuk membantu penyidik kepolisian dengan melakukan pengawasan sektor jasa di lingkungan OJK dalam penanganan dan penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan

"Kami berharap agar pengaduan ini segera mendapatkan respon dari pihak terkait. Juga melindungi klien kami dari potensi kerugian yang disebabkan adanya kasus pembobolan empat kartu kredit miliknya," pungkasnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini