nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah Covid-19, Warga Inggris di Kapal Diamond Princess Merasa Dilupakan Pemerintah

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 11:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 18 2169592 wabah-covid-19-warga-inggris-di-kapal-princess-diamond-merasa-dilupakan-pemerintah-wZ6cICeYqv.jpg Kapal pesiar Diamond Princess. (Foto/Twitter @Sasamon99)

YOKOHAMA – Amerika Serikat (AS) telah mengevakuasi beberapa warganya dari kapal pesiar Princess Diamond yang dikarantina Jepang setelah 355 penumpangnya dinyatakan positif virus korona atau Covid-19.

Departemen Luar Negeri AS pada Minggu 16 Februari 2020 melaporkan dua pesawat sewaan telah, membawa 380 warga AS dari Jepang.

Setelah kembali ke AS, penumpang yang dipulangkan harus menghabiskan dua minggu lagi di karantina di fasilitas militer AS.

Baca juga: Panik Virus Korona, 3 Rampok Bersenjata Curi 600 Gulung Tisu Toilet

Baca juga: Sejumlah Warga AS yang Dikarantina di Kapal Diamond Princess Telah Dievakuasi

Sementara itu, warga Inggris yang ditahan di kapal menuduh pemerintah Inggris melupakan mereka.

"Rasanya kita sudah dilupakan. Bahwa Anda [pemerintah] benar-benar tidak peduli soal kami, dan bahwa Anda sebenarnya tidak ingin kami pulang," tuding penumpang asal Inggris David Abel dalam sebuah video melansir Sky News, Senin (17/2/2020).

Rekan warga Inggris Alan Steele, yang dinyatakan positif Covid-19 dan telah dibawa ke rumah sakit mengatakan sudah waktunya bagi Perdana Menteri Boris Johnson untuk membawa pulang warganya.

"Saya pikir sudah waktunya Boris membawa warga Inggris kembali ke Inggris karena orang Jepang benar-benar tidak kompeten dan tidak menyadari bahwa Anda tidak dapat menjaga orang-orang di sel isolasi selama 28 hari tanpa merusak kesehatan mental mereka,” kata Steele dalam sebuah postingan di Facebook.

Sementara di seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa pemerintah bersimpati dengan situasi “yang sangat sulit ini”.

"Kami segera mempertimbangkan semua opsi untuk menjamin kesehatan dan keselamatan orang-orang Inggris di atas kapal Princess Diamond,” katanya.

"Staf kami di Tokyo, termasuk duta besar, telah melakukan kontak secara rutin dengan para penumpang dan awak Inggris di Princess Diamond dan kami juga telah berbicara dengan keluarga [mereka] di Inggris," tuturnya.

Penumpang Diamond Princess dijadwalkan akan mengakhiri masa karantina pada 19 Februari 2020, namun karantina bisa diperpanjang setelah Presiden Princess Cruises, Jan Swartz mengatakan untuk penumpang atau awak yang bersinggungan orang yang dites positif Covid-19.

"Kami juga sekarang mengerti bahwa orang Jepang dapat menangani sekelompok tamu tertentu secara berbeda, siapa pun yang memiliki kontak dekat dengan seseorang yang dites positif mungkin harus memulai kembali karantina," papar dia.

Data pada dari 3.500 orang di atas kapal, 355 telah dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan KBRI Tokyo dalam pernyataannya mengatakan, 78 WNI kru kapal Princess Diamond dinyatakan negatif Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini