Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dianggap Lamban Tangani Penembakan Massal, Militer Thailand Dapat Kecaman Keras

Agregasi VOA , Jurnalis-Senin, 17 Februari 2020 |15:24 WIB
Dianggap Lamban Tangani Penembakan Massal, Militer Thailand Dapat Kecaman Keras
Jakprapanth Thomma. (Foto: AFP)
A
A
A

BANGKOK – Insiden penembakan massal yang dilakukan seorang tentara Thailand pada awal bulan ini telah memicu serangkaian cemooh publik terhadap militer negara itu. Penembakan yang dilaporkan dipicu oleh masalah transaksi tanah itu telah mengoyak slogan militer sebagai penjaga perdamaian dan ketertiban negara.

Para pengamat mengatakan pukulan terbaru itu akan meningkatkan kampanye mereka yang selama ini mengkritisi militer karena kekuatan politiknya yang terlalu besar.

BACA JUGA: Tewaskan 29 Orang, Penembakan Massal Thailand Dipicu Masalah Kesepakatan Rumah

Mereka juga mengungkapkan keraguan atas janji Panglima Militer Apirat Kongsompong yang akan melakukan reformasi pasca pembantaian itu, demikian diwartakan VOA, Senin (17/2/2020).

Penembakan massal yang dilakukan oleh Sersan Mayor Jakrapanth Thomma pada 8 Februari 2020 lalu di dekat sebuah pangkalan militer di propinsi Nakhon Ratchasima, di Thailand utara, baru berakhir keesokan harinya pada 9 Februari. Penembakan itu menewaskan 30 orang, termasuk pelaku, dan melukai 58 lainnya.

Insiden itu merupakan aksi penembakan oleh satu orang bersenjata yang menelan korban paling banyak dalam sejarah Thailand.

Beberapa jam sebelum penembakan itu, Thomma telah mengunggah kecaman di dunia maya tentang bagaimana ia ditipu oleh seorang perwira senior dan ibu mertua pejabat itu dalam sebuah transaksi real-estate.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement