nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelompok Sayap Kanan di Jerman Rencanakan Serangan ke Masjid, Politisi hingga Pencari Suaka

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 17:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 17 18 2169851 kelompok-sayap-kanan-di-jerman-rencanakan-serangan-ke-masjid-politisi-hingga-pencari-suaka-2EJtJBJ3zh.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

BERLIN - Anggota kelompok sayap kanan ditangkap di Jerman karena merencanakan serangan terhadap masjid, politisi dan pencari suaka.

Mereka yang ditangkap terdiri dari 12 orang pada Jumat 14 Februari 2020. Diduga, mereka terhubung dengan kelompok Der harte Kern (The Hard Core).

Pria lain yang diyakini sebagai bagian dari kelompok itu masih dalam pelarian, menurut surat kabar Welt am Sonntag mengutip BBC, Senin (17/2/2020).

Pihak berwenang Jerman meningkatkan penangkapan terhadap kelompok sayap kanan menyusul pembunuhan politisi Walter Luebcke, dan serangan terhadap sebuah sinagog di kota Halle pada tahun lalu.

Empat dari mereka, semuanya berkebangsaan Jerman, ditangkap minggu lalu karena dicurigai membentuk Der harte Kern, delapan sisanya dicurigai menyuplai dana, senjata dan dukungan lainnya.

Para pria dilaporkan berkomunikasi melalui WhatsApp, dan membentuk organisasi pada September tahun lalu.

Baca juga: Kanselir Angela Merkel: Jerman Harus Mengingat Kejahatan Nazi

Baca juga: 900 Pria Jalani Tes DNA demi Ungkap Pembunuh Gadis 11 Tahun

Diyakini mereka memiliki hubungan dengan Tentara Odin, kelompok sayap kanan lain yang didirikan di Finlandia lima tahun lalu.

Pemimpin kelompok Jerman itu, yang berusia 53 tahun yang dikenal sebagai Werner S, diketahui oleh pihak berwenang tinggal di kota Augsburg.

Pekan lalu ia diduga bertemu dengan anggota lain dan membahas rencana sepuluh serangan terpisah di negara itu, termasuk pembantaian di masjid-masjid yang serupa dengan yang dilakukan di Selandia Baru. Mereka dilaporkan berharap tindakan mereka akan memicu serangan balik dan mengarah ke perang saudara.

Menurut laporan pers, penyelidik mendapat informasi dari seseorang yang telah menyusup ke dalam kelompok.

Dalam penggerebekan berikutnya, pihak berwenang menemukan senjata dan bahan yang dapat digunakan untuk memproduksi bom rakitan, lalpor Welt am Sonntag.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini