Pulang Observasi dari Natuna, Mahasiswi Asal Lombok Tengah Rindu Kembali ke Wuhan

INews.id, · Senin 17 Februari 2020 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 340 2169491 pulang-observasi-dari-natuna-mahasiswi-asal-lombok-tengah-rindu-kembali-ke-wuhan-8Gd3rAOBF9.jpg WNI dari Wuhan, China Saat Diobservasi di Natuna, Kepri (foto: Twitter/@KemenkesRI)

LOMBOK TENGAH - 238 Warga Negara Indonesia (WNI) pulang ke daerah asalnya masing-masing, setelah melalui masa karantina dan observasi di Natuna, Kepulauan Riau. Salah satu peserta observasi, Dewi Pujut Putri Aririen pun tiba di kampung halamannya Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Setibanya di kampung halaman, wanita yang akrab disapa Puput itu disambut keluarganya. Puput yang menempuh pendidikan di Wuhan, China. Dia bisa pulang dari Wuhan dan melalui proses karantina selama 14 hari di Natuna, hingga akhirnya dinyatakan sehat. Dia mengaku senang bisa kembali ke Indonesia setelah Wuhan menjadi kota yang terisolasi.

Baca Juga: 238 WNI Tak Perlu Khawatir dengan Aktivitas Perkuliahan di Wuhan 

WNI Tiba di Halim, Keluarga Bentangkan Tulisan Welcome Home

"Tanggal 3 Februari kami sudah tidak diizinkan masuk (kampus). Sampai saat ini belum ada info lanjutan," kata Puput saat tiba di kampung halamannya, Minggu 16 Februari 2020.

Namun, Puput justru kangen ingin kembali menimba ilmu di China. Dia pun siap berangkat kembali ke Wuhan apabila dinyatakan bebas virus korona atau covid-19.

"Pasti balik (ke Wuhan), kalau memang sudah ada pemberitahuan masuk perkuliahan," ujarnya.

Puput mengaku sudah merindukan Wuhan setelah 14 hari diobservasi di Natuna. Kini, proses perkuliahan dilakukan secara online.

"Iya rindu, mau balik (ke Wuhan)," tutur dia sambil tertawa.

Baca Juga: Cerita Mahasiswa Asal Bogor saat Jalani Observasi di Natuna 

Sementara ayah Puput, Abdul Rahim mengaku tenang saat anaknya kembali ke Indonesia. Senada dengan Puput, dia tidak akan melarang anaknya kembali ke Wuhan jika perkuliahan mulai aktif.

"Kami masih menunggu keputusan dari Wuhan juga untuk kuliah," kata Abdul Rahim.

Untuk sementara, Abdul hanya menyiapkan fasilitas seperti jaringan internet untuk perkuliahan jarak jauh anaknya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini