Ancam Ratakan Kantor Polisi, Anggota Klub Motor di Serang Diringkus

Rasyid Ridho , Sindonews · Selasa 18 Februari 2020 21:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 340 2170575 ancam-ratakan-kantor-polisi-anggota-klub-motor-di-serang-diringkus-Z1u6F8vqJD.jpg AS ditangkap karena mengancam akan meratakan Mapolsek Curug, Serang, Banten. (Foto: Rasyid Ridho/Okezone)

SERANG – AS alias Peni (25) diringkus usai nekat mengancam akan menyerang, mengelung, hingga meratakan Mapolsek Curug, Polres Serang Kota, Provinsi Banten. Ancaman itu dilakukan karena motor rekannya terjaring razia, dan berharap dilepaskan.

Kapolsek Curug Iptu Shilton mengatakan peristiwa ini bermula pada Minggu 16 Februari 2020, sekira pukul 02.00 WIB. Ia bersama tujuh anggota Polsek Curug melaksanakan operasi penertiban balap liar di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang.

"Pengancaman terjadi ketika anggota kami mengamankan satu unit motor Ninja. Di mana pemilik kendaraan tersebut pada saat itu merasa tidak terima," ujar Shilton, Selasa (18/2/2020).

Dikarenakan tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraan, pemilik motor kemudian menghubungi rekannya AS alias Peno. Ponsel pun diberikan kepada Briptu Roni untuk berbincang. Namun, AS memarahi anggota kepolisian itu dan meminta agar motor tersebut dilepaskan.

Oleh anggota, ponsel diberikan kepada Kapolsek Iptu Shilton sebagai penanggung jawab kegiatan. Bukannya berbicara baik-baik, AS justru mengaku sebagai Komandan Batalion (Danton) 11 Grup 1 Kopassus dan mengancam akan meratakan Mapolsek Curug.

"Pelaku mengancam agar kendaraan Ninja milik rekannya segera dilepaskan, kalau tidak Polsek Curug akan diratakan dengan tanah dan akan menyerang ke Polsek Curug dengan membawa pasukan 1 batalion," ujar Shilton menirukan perkataan pelaku.

Selanjutnya anggota Unit Reskrim Polsek Curug bersama Intel Kopassus melakukan penyelidikan dan didapat informasi bahwa pelaku bukanlah anggota TNI melainkan hanya anggota klub motor Ninja.

Akhirnya pelaku diamankan kemarin malam di wilayah Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, bersama barang bukti dua ponsel dan dua motor. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Curug guna menjalani proses lebih lanjut.

Akibat perbuatan itu, pelaku yang juga anggota klub motor sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45B UU ITE.

"Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," tandasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini