Tawarkan Anak di Bawah Umur via Online, 'Bunda' Ditangkap Polisi

Agregasi KR Jogja, · Selasa 18 Februari 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 18 512 2170203 tawarkan-anak-di-bawah-umur-via-online-bunda-ditangkap-polisi-0hZCMyk7V8.jpg Foto Ilustrasi Okezone

CILACAP - Tim Halilintar Polres Cilacap menangkap seorang mucikari atau pelaku tindak pidana perdagangan orang, berinsial ED alias Bunda (29), warga Kelurahan Tambakreja Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengatakan, modus tersangka yakni menawarkan wanita di bawah umur kepada lelaki hidung belang via media sosial.

"Tarif yang ditawarkan Rp500 ribu kepada pria hidung belang via online," kata Dery kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Dari harga Rp500 ribu, kata Dery, Bunda mendapatkan Rp200 ribu dan sisanya diberikan kepada wanita di bawah umur yang ditawarkan tersebut. Sebagai bagian dari pelayanan itu, mucikari ini mengantarkan wanita di bawah umur itu ke pemesannya, yang biasanya tamu hotel.

 PSK

Keuntungan dari menjajakan wanita di bawah umur itu digunakan meningkatkan pelayanan dengan membelikan handphone untuk para wanita di bawah umur asuhannya, membayar kamar kost dan kebutuhan hidup sehari-hari para wanita asuhannya itu.

Menurut Dery, kasus prostitusi online itu terungkap berawal dari laporan masyarakat tentang adanya prostitusi online. Kemudian ditindaklanjuti penyelidikan, pemeriksaan saksi, mengumpulkan fakta dan bukti.

Dari hasil keterangan saksi-saksi, kasus prostitusi online tersebut terdapat mucikarinya dan mengarah ke tersangka Bunda, sehingga memudahkan anggota Polres Cilacap meringkus Bunda.

“Sebelumnya pada akhir Januari 2020 dini hari saat Tim Halilintar Polres Cilacap berpatroli menemukan tiga wanita di bawah umur yang tengah nongkrong di tepi Jalan Kolonel Sugiono Cilacap, kemudian setelah didekati gerak geriknya mencurigakan. Petugas meminta izin HP ketiga wanita di bawah umur itu, untuk membuka isi HP-nya. Dari penelusuran petugas, ada kemungkinan terjadi praktik postitusi terselubung, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi IT, dengan tersangka mucikari Bunda,” jelasnya.

 PSK

Tersangka mucikari akan dijerat Pasal 88 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal JIUU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagaangan Orang atau Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini